Viral Mahasiswa Bentak Polisi saat Demo di Mabes Polri, PNJ Minta Maaf dan Lakukan Pendisiplinan

PNJ mengakui, mahasiswa dalam video itu merupakan anak didiknya. PNJ meminta maaf atas tindakan mahasiswanya.

oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Maret 2026, 15:06 WIB
Aksi Mahasiswa membentak Polisi saat aksi Demo di gedung Mabes Polri, Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Viral video mahasiswa berjaket almamater kuning membentak polisi. Persistiwa itu terjadi saat mahasiswa dari perwakilan universitas melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Mabes Polri, pada Jumat (27/2/2026).

Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengakui, mahasiswa dalam video itu merupakan anak didiknya. Melalui surat edarannya, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PNJ, Nurul Intan Pratiwi membenarkan mahasiswa yang beredar di video maupun media daring merupakan mahasiswa PNJ. Namun pada kegiatan aksi tersebut, individu yang bersangkutan tidak terdaftar pada rombongan resmi PNJ.

“Berdasarkan hasil penelusuran internal, individu yang terekam dalam video tersebut tidak terdaftar, dalam rombongan aksi yang dikoordinasikan oleh organisasi mahasiswa PNJ dan diketahui hadir secara personal di luar koordinasi resmi,” tulis Nurul Intan Pratiwi pada surat edaran yang diterima Liputan6.com, Senin (2/3/2026).

Dia meminta maaf atas tindakan mahasiswanya. Nurul menuturkan, PNJ senantiasa menjunjung tinggi nilai demokrasi serta menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

“PNJ meminta maaf atas peristiwa tersebut,” terang Nurul Intan Pratiwi pada suratnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung nilai-nilai akademik, etika, dan sikap profesional di ruang publik. Atas kejadian tersebut, kampus telah melakukan proses identifikasi dan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. 

“PNJ akan menindaklanjuti secara internal melalui mekanisme yang berlaku sesuai Peraturan Tata Tertib dan Kode Etik Mahasiswa. Proses ini merupakan bagian dari pembinaan karakter dan penegakan disiplin di lingkungan kampus,” tulis Nurul Intan Pratiwi.

Dia melanjutkan, dalam berbagai kesempatan, pihak kampus senantiasa mengingatkan mahasiswa dalam setiap aktivitas di ruang publik tetap menjaga etika, keselamatan, serta nama baik institusi.

“Dalam berbagai kesempatan, pihak kampus senantiasa mengingatkan mahasiswa agar dalam setiap aktivitas di ruang publik tetap menjaga etika, keselamatan, serta nama baik institusi,” jelas Nurul Intan Pratiwi.

Aksi Mahasiswa membentak Polisi saat aksi Demo di gedung Mabes Polri, Jakarta. (Istimewa)

Respons Polisi

Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Mabes Polri. Pada video yang beredar, terdapat seorang mahasiswa diduga dari UI sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang berjaga.

Mahasiswa yang bersitegang, tampak menggunakan Almamater kuning. Mahasiswa tersebut tampak membentak anggota kepolisian yang berjaga.

Tindakan mahasiswa tersebut, tidak dihiraukan anggota kepolisian. Terlihat anggota kepolisian tampak tenang dan mahasiswa yang terlihat emosi sempat di tenangkan rekan mahasiswanya yang berada di belakang.

Polda Metro Jaya menanggapi aksi seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala (jilbab) anggota Polwan saat aksi demo di Mabes Polri, Jumat, 27 Februari 2026. 

“Kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian dan memiliki fungsi sebagai penutup aurat sehingga tidak semestinya dijadikan sarana ekspresi yang bernuansa provokatif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Budi mengimbau agar penyampaian pendapat di muka umum dilakukan secara beradab dan tidak disertai tindakan yang dapat merendahkan martabat pihak lain atau memancing emosi di lapangan.

Dia menegaskan, Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun, pelaksanaannya harus tetap menjunjung ketertiban, kesantunan, dan etika.

“Personel kami di lapangan melayani kegiatan penyampaian pendapat secara humanis. Namun cara menyampaikan aspirasi juga harus menjaga etika serta menghormati pihak lain,” ujarnya.

Meski demikian, Budi mengapresiasi mahasiswa karena secara umum kegiatan penyampaian aspirasi pada Jumat (27/2) berlangsung aman, tertib, dan damai. 

Dia mengakui, dalam aksi tersebut terdapat oknum mahasiswa yang memaki anggota Polri dan menuliskan kata-kata yang tidak pantas pada kain penutup kepala Polwan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa kesabaran itu bisa membuat situasi semua aman, kondusif, dan dapat dikendalikan,” kata Budi. 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya