LPKR Cetak Laba Rp 470 Miliar di 2025, Real Estate Jadi Motor

LPKR catat laba Rp 470 miliar di 2025, pendapatan Rp9,03 triliun. Segmen real estate tumbuh 52% YoY.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Maret 2026, 15:35 WIB
Kinerja LPKR 2025 solid di tengah tekanan ekonomi, pra penjualan tembus Rp5,32 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tekanan makroekonomi dan melemahnya daya beli konsumen, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp 9,03 triliun dengan EBITDA Rp 1,37 triliun. Laba bersih (NPAT) tercatat Rp 470 miliar, sementara underlying NPAT melonjak 57% menjadi Rp 630 miliar.

Kenaikan ini mencerminkan peningkatan profitabilitas serta eksekusi operasional yang lebih solid.

CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady, mengatakan bahwa perseroan dengan bangga menyampaikan pencapaian prapenjualan dan hasil keuangan tahun 2025 yang didukung oleh serah terima berbagai produk secara tepat waktu di berbagai wilayah.

""Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan,"jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

LPKR juga menutup 2025 dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp 1,96 triliun. Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi perseroan dalam fokus pada bisnis inti real estate dan lifestyle, peningkatan efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan keuangan yang prudent melalui pengendalian biaya dan pengurangan utang.

 

Pendapatan Real Estate Tumbuh 52%, Lifestyle Ikut Menguat

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Di segmen real estate, pra-penjualan (marketing sales) tahun buku 2025 mencapai Rp 5,32 triliun atau setara 85% dari target tahunan. Permintaan rumah tapak, baik segmen terjangkau maupun premium, menjadi kontributor utama dengan porsi 72% dari total pra-penjualan. Minat kuat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user menjadi pendorong utama capaian ini.

Kinerja real estate LPKR sepanjang 2025 ditopang peluncuran Park Serpong fase 4–6 dan produk Treetops Livin. Proyek-proyek ini menyasar segmen mass-market dan menengah, sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar rumah tapak.

Pendapatan segmen real estate tercatat Rp 7,67 triliun atau tumbuh 52% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA segmen ini mencapai Rp 1,15 triliun berkat efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang efektif.

Sementara itu, segmen lifestyle—yang mencakup bisnis mal dan hotel—membukukan pendapatan Rp 1,37 triliun. Laba kotor naik 6% menjadi Rp 1,03 triliun dan EBITDA meningkat 16% YoY menjadi Rp 448 miliar, ditopang kenaikan sewa tenant serta optimalisasi biaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya