Liputan6.com, Jakarta - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, mendesak transparansi penuh terkait pengajuan izin bank kripto oleh keluarga Presiden Donald Trump. Hal itu disampaikan dalam sidang Senat pekan lalu.
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (2/3/2026), Warren meminta penjelasan detail atas permohonan pendirian bank stablecoin yang terhubung dengan platform World Liberty Financial (WLFI), perusahaan yang didirikan bersama oleh putra-putra Trump.
Advertisement
Dalam sidang tersebut, Warren mencecar Kepala Office of the Comptroller of the Currency (OCC), Jonathan Gould, terkait apakah regulator telah mematuhi aturan dalam memproses pengajuan izin tersebut.
Sebagai anggota senior Komite Perbankan Senat, Warren menegaskan regulasi OCC mewajibkan pemohon mengungkap seluruh pemegang saham utama, yakni pihak yang memiliki minimal 10% kepemilikan langsung maupun tidak langsung di bank yang diajukan. Kegagalan mengungkap informasi itu, menurutnya, bisa menjadi alasan penolakan izin.
Warren pun meminta agar dokumen pengajuan yang belum disunting (unredacted application) diperlihatkan kepadanya dan Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, guna memastikan seluruh pengungkapan telah dilakukan secara benar.
“Regulator perbankan milik Trump sendiri sedang meninjau permohonan keluarga Trump untuk membentuk bank kripto. Sebuah perusahaan yang terkait dengan mata-mata utama UEA menjadi salah satu pemiliknya,” tulis Warren.
“Publik berhak mendapatkan transparansi, sehingga saya meminta untuk melihat dokumen pengajuan yang belum disunting. Berikut responsnya,” lanjutnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Dugaan Konflik Kepentingan
Menanggapi desakan tersebut, Jonathan Gould menyatakan pihaknya akan mengikuti prosedur yang berlaku.
“Saya dengan senang hati akan mempertimbangkan permintaan tersebut dan berdiskusi dengan tim untuk memastikan Anda mendapatkan hak yang sama seperti yang diberikan kepada pemerintahan sebelumnya,” ujar Gould.
Isu ini mencuat setelah Warren sebelumnya menuding adanya dugaan “korupsi kripto” di lingkungan pemerintahan Trump. Tuduhan itu muncul menyusul laporan investasi senilai USD 500 juta dari keluarga kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) ke World Liberty Financial.
Investasi tersebut disebut dilakukan melalui Aryam Investment, perusahaan yang didukung Tahnoon dan mengakuisisi 49% saham WLFI, menjadikannya pemegang saham terbesar yang diketahui publik.
Warren selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik keras proyek kripto keluarga Trump, termasuk memecoin Official Trump dan stablecoin berbasis dolar AS, USD1.
Ia juga menyoroti dugaan adanya timbal balik antara keluarga Trump dan pendiri Binance yang pernah divonis bersalah, Changpeng Zhao atau CZ. Dugaan itu mencuat setelah USD1 dipilih untuk menyelesaikan transaksi senilai USD 2 miliar antara firma investasi Abu Dhabi MGX dan Binance. CZ kemudian mendapatkan pengampunan dari Trump.