Cerita di Balik Foto Lawas Muhadjir Effendy Payungi Panglima ABRI Try Sutrisno

Saat itu Muhadjir masih menjabat sebagai pembantu rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sejak pertemuan itu, Try Sutrisno tak pernah lupa dengan namanya. Di setiap kesempatan bertemu, Muhadjir selalu dipanggil.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 02 Maret 2026, 11:34 WIB
Muhadjir Effendy Payungi Panglima ABRI Try Sutrisno. (Liputan6.com/dokumen pribadi Muhadjir Effendy)

Liputan6.com, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy mengunggah foto lawasnya bersama Almarhum Try Sutrisno. Foto itu kemudian disandingkan dengan momen terakhir kebersamaan dengan Try Sutrisno.

Foto itu diunggah dengan disertakan doa untuk Jenderal TNI (Purn)  Try Sutrisno yang meninggal dunia pagi tadi, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Muhadjir menceritakan kisah di balik foto itu. Saat itu Muhadjir masih menjabat sebagai pembantu rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Saya dikenal oleh beliau sekitar 1989. Ketika mempersiapkan kehadiran beliau  pada acara pembukaan Muktamar Tarjih Muhammdiyah ke 22 di Malang. Sebagai Panglima ABRI waktu itu beliau mewakili Bapak presiden Suharto membuka acara Muktamar. Waktu itu saya sebagai pembantu rektor III Univ. Muhammadiyah Malang, kebetulan ditunjuk  sebagai ketua panitia pelaksana,” kenang Muhadjir melalui pesan singkat diterima, Senin (2/3/2026).

Sejak pertemuan itu, Try Sutrisno tak pernah lupa dengan namanya. Di setiap kesempatan bertemu, Muhadjir selalu dipanggil. 

“Sebagai orang muda yang “bukan siapa-siapa” hal itu  membuat kesan yang sangat mendalam. Hingga suatu ketika saya diangkat menjadi Mendikbud, 2016, Pak Try adalah salah satu di antara tokoh yang pertama menelepon saya,” haru Muhadjir.

Bagi Muhadjir, Almarhum Try adalah tempat untuk  menimba pengalaman dalam banyak hal kebaikan. Mulai masalah kesetiaan kepada  bangsa dan negara, kepemimpinan yang otentik, integritas, kejujuran dan kesederhanaan.

“Pak Try adalah pribadi yang sangat baik. Bahkan terlalu baik. Insya Allah, Almarhum mendapat  kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT, dan mendapat tempat —bersama hamba hamba Allah yang baik (al abrār)—di surga. Amin,” doanya menutup.

Sebagai informasi, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia dalam usia 90 tahun di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Senin (2/3/2026). Diketahui, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan hari ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya