Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat terasi rumahan dari udang kecil bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin menghadirkan cita rasa autentik di dapur sekaligus memastikan kualitas bahan tetap terjaga. Terasi merupakan bumbu tradisional hasil fermentasi udang rebon atau ikan kecil dengan tambahan garam, yang menjadi kunci kelezatan berbagai masakan Asia Tenggara.
Dengan membuatnya sendiri, Anda dapat memperoleh terasi yang lebih higienis, padat, dan bebas pengawet kimia dibandingkan produk massal di pasaran. Meski proses penjemuran dan fermentasinya memerlukan ketelitian, hasil akhirnya menghadirkan aroma yang lebih kuat dan rasa yang khas pada setiap hidangan. Berikut cara membuat terasi rumahan dari udang kecil, dirangkum Liputan6.com pada Senin (2/3/2026).
Advertisement
Resep Terasi Udang
Bahan-Bahan:
- 1 kg udang rebon segar
- 100 gram garam kasar atau garam laut
- 1 sdt gula pasir
- Air matang secukupnya
Langkah-Langkah Membuat:
1. Cuci udang rebon dengan air mengalir untuk membuang kotoran, potongan ikan lain, atau benda asing. Tiriskan hingga benar-benar kering agar tidak ada air tambahan yang bisa memicu pembusukan.
2. Campurkan udang yang sudah bersih dengan garam dan gula hingga merata. Masukkan ke dalam wadah tertutup dan diamkan selama kurang lebih 24 jam. Proses ini bertujuan agar garam meresap dan cairan alami udang keluar.
3. Tebar udang di atas tampah atau wadah lebar lainnya. Jemur di bawah sinar matahari langsung selama 1–2 hari hingga udang menjadi setengah kering atau teksturnya masih agak kenyal dan tidak sampai garing.
4. Tumbuk udang secara manual atau gunakan food processor/chopper hingga menjadi pasta yang halus dan lengket. Jika ingin tekstur yang sangat lembut, maka bisa melakukan penggilingan sebanyak dua hingga tiga kali.
5. Masukkan pasta udang ke dalam wadah kedap udara, tekan-tekan hingga padat tanpa ada rongga udara di dalamnya. Simpan di tempat yang sejuk dan gelap selama minimal 1-2 minggu. Pada tahap inilah aroma khas terasi akan terbentuk.
6. Setelah difermentasi, adonan terasi biasanya akan lebih gelap dan harum. Bentuk adonan menjadi kotak atau bulat sesuai selera. Kemudian, jemur kembali selama 1–2 hari hingga permukaannya benar-benar kering dan padat agar terasi tahan lama saat disimpan.
Tips agar Terasi Tahan Lama dan Harum
1. Pastikan Terasi Sudah Kering Sempurna
Kunci utama agar terasi tidak mudah berjamur adalah memastikan proses penjemuran tahap akhir dilakukan sampai benar-benar kering dan padat. Jika bagian dalam terasi masih terasa lembek atau basah, bakteri perusak akan lebih mudah berkembang biak yang menyebabkan terasi cepat berbau tengik. Pastikan seluruh permukaan terasi sudah mengeras sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan permanen.
2. Gunakan Wadah Kaca Kedap Udara
Menyimpan terasi yang paling aman adalah menggunakan toples kaca dengan tutup yang rapat untuk menghindari oksidasi dan menjaga kelembapan stabil. Wadah kaca lebih baik daripada plastik karena tidak menyerap bau tajam terasi dan lebih mudah dibersihkan dari sisa lemak udang. Selain itu, pastikan toples diletakkan di tempat yang sejuk serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar warnanya tidak memudar dan aromanya tidak menguap.
3. Selalu Gunakan Sendok Kering
Tips terakhir yaitu hindari menyentuh terasi langsung dengan tangan yang basah atau menggunakan alat masak yang kotor untuk mencegah adanya kontaminasi silang. Masuknya sedikit air atau sisa makanan lain ke dalam wadah penyimpanan dapat memicu pertumbuhan jamur dalam waktu singkat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan alat yang digunakan sangat penting agar aroma khas terasi tetap terjaga konsistensinya meskipun sudah disimpan dalam waktu yang lama.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Kenapa warna terasi buatan sendiri tidak semerah terasi di pasaran?
Warna asli terasi udang tanpa bahan tambahan adalah coklat tua kemerahan atau coklat gelap. Terasi di pasaran seringkali memiliki warna merah cerah karena penggunaan pewarna makanan. Terasi rumahan jauh lebih aman dikonsumsi karena warnanya murni berasal dari proses oksidasi dan fermentasi alami udang.
2. Berapa lama terasi rumahan bisa bertahan?
Jika proses penjemuran akhirnya dilakukan hingga benar-benar kering dan padat, maka terasi rumahan bisa bertahan selama 6 bulan - 1 tahun. Apabila ingin masa simpan yang lebih lama dan menjaga aromanya tetap kuat, simpanlah terasi di dalam wadah kedap udara dan letakkan di dalam kulkas.
3. Mengapa adonan terasi berbau busuk, bukan harum khas terasi?
Aroma busuk biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri jahat. Hal ini terjadi jika udang kurang bersih saat dicuci, takaran garam terlalu sedikit, atau proses penjemuran yang kurang maksimal. Pastikan perbandingan garam minimal 10% dari berat udang untuk menghambat pembusukan selama fermentasi.
4. Apakah bisa membuat terasi tanpa proses penjemuran matahari?
Bisa, namun hasilnya mungkin tidak seharum terasi tradisional. Gunakan oven dengan suhu rendah yaitu sekitar 50-60°C untuk mengeringkan udang rebon, lalu sangrai pasta udang hingga kadar airnya berkurang. Namun, sinar matahari tetap yang terbaik untuk membantu proses pematangan aroma secara alami.
5. Apakah udang rebon harus dibuang kepalanya sebelum dijadikan terasi?
Tidak perlu. Udang rebon yang digunakan untuk membuat terasi bisa memakai seluruh bagian tubuh udang. Kulit dan kepala udang justru mengandung mineral dan protein yang memberikan tekstur serta rasa gurih (umami) yang kuat pada hasil akhir terasi.