Bursa Saham Asia-Pasifik Anjlok Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Intip gerak saham di kawasn Asia-Pasifik hari ini usai serangan AS-Israel ke Iran.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Maret 2026, 08:37 WIB
Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini seiring data ekonomi Amerika Serikat positif

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia-Pasifik anjlok pada hari Senin karena konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel meningkat, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi.

Dikutip dari CNBC, Senin (2/3/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa operasi tempur di Iran akan berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.

Harga minyak berjangka melonjak lebih dari 8%, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent terakhir diperdagangkan pada USD 72,52 dan USD 79,04 per barel. Harga emas berjangka melonjak 2,3% karena investor berbondong-bondong membeli aset safe haven global ini. 

Indeks saham Nikkei 225 Jepang anjlok hampir 2% pada pembukaan perdagangannya, dengan indeks saham Topix turun 2,1%. Saham Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI, yang memiliki bisnis pertahanan, naik lebih dari 1%.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia turun 0,38% pada perdagangan awal. Indeks saham Hang Seng Hong KongHarga berjangka berada di 26.465, di bawah penutupan sebelumnya di 26.630,54.

Pasar saham di Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.

Kontrak berjangka di Amerika Serikat anjlok dalam perdagangan semalam setelah serangan akhir pekan di Iran. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin, atau 1%. Kontrak berjangka S&P 500 kehilangan 1% dan kontrak berjangka Nasdaq 100 turun sedikit lebih dari 1%. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya