Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan semifinal Coppa Italia antara Como dan Inter Milan akan tersaji di Stadio Sinigaglia, Rabu (4/3/2026) pukul 03.00 WIB. Laga Como vs Inter menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke babak final kompetisi bergengsi tersebut. Pemenang dari pertandingan dua leg ini akan menghadapi Lazio atau Atalanta di partai puncak.
Inter Milan, yang tengah memimpin perburuan Scudetto, berambisi meraih dobel domestik yang langka musim ini. Mereka datang dengan performa impresif di liga domestik, menjanjikan duel sengit.
Advertisement
Di sisi lain, Como, tim dengan sejarah lebih sederhana, justru menikmati musim terbaiknya dan telah menunjukkan kejutan dengan menyingkirkan tim-tim besar. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola Italia.
Kebangkitan Como: Kejutan di Coppa Italia
Berbeda dengan Inter, Como memiliki sejarah yang lebih sederhana, namun mereka tengah menikmati musim terbaiknya. Hanya dua tahun setelah kembali ke kasta tertinggi Italia, tim berjuluk Lariani ini sudah menjadi pesaing untuk kompetisi Eropa.
Como menunjukkan performa impresif dengan meraih dua kemenangan berturut-turut, termasuk mengalahkan Juventus dua kali musim ini dan menundukkan Lecce. Dalam laga melawan Lecce, Tasos Douvikas, Jesus Rodriguez, dan Marc-Oliver Kempf menjadi pencetak gol kemenangan.
Perjalanan Como di Coppa Italia juga penuh kejutan, dimulai dengan menyingkirkan Sudtirol dan Sassuolo. Mereka kemudian berhasil mengalahkan Fiorentina tandang, dan secara dramatis menyingkirkan juara Serie A bertahan Napoli di perempat final melalui adu penalti 7-6.
Pencapaian ini menandai semifinal piala pertama Como dalam 40 tahun terakhir, sebuah bukti kebangkitan klub. Pelatih Como, Cesc Fabregas, yang dikenal dengan gaya bermain berbasis penguasaan bola, diharapkan dapat memberikan perlawanan sengit meskipun timnya pernah kalah 4-0 dari Inter pada pertemuan sebelumnya di bulan Desember.
Inter Milan: Mengejar Dobel Domestik
Inter Milan saat ini berada di jalur yang tepat untuk mengklaim gelar Scudetto dan bertekad melanjutkan perburuan dobel domestik yang jarang terjadi. Dobel domestik terakhir Nerazzurri diraih pada tahun 2006, empat tahun sebelum mereka meraih treble bersejarah di bawah asuhan Jose Mourinho pada tahun 2010.