SEC Berupaya Merebut Kembali Posisi di Sektor Kripto

Chairman SEC Paul Atkins mengkritik SEC di bawah kepemimpinan Gary Gensler.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 Maret 2026, 14:01 WIB
The US Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) sedang berupaya mendapatkan kembali momentum pengawasan kripto. (Foto: SEC)

Liputan6.com, Jakarta - The US Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) sedang berupaya mendapatkan kembali momentum pengawasan kripto. Hal  ini setelah apa yang digambarkan oleh Chairman Paul Atkins sebagai kesempatan besar yang terlewatkan di bawah pemerintahan sebelumnya.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (1/3/2026), pada Jumat pekan ini, Atkins mengkritik lembaga tersebut di bawah mantan Ketua Gary Gensler. Ia menuturkan, SEC belum mencoba beradaptasi dengan inovasi selama obrolan santai di Universitas Texas.

"Ini merupakan kesempatan besar yang terlewatkan bagi Amerika Serikat yang dengan cepat kami coba untuk mengejar ketertinggalan," kata Atkins.

Di bawah Gensler, SEC mengambil sikap yang lebih hati-hati, dan lebih berfokus pada penegakan hukum  terhadap kripto. Hal ini dengan menegaskan banyak aset digital adalah sekuritas dan mengajukan banyak kasus terhadap perusahaan, sebagian besar karena pelanggaran pendaftaran.

Namun, sejak awal pemerintahan Trump, SEC telah mengadopsi sikap yang lebih ramah terhadap industri. Lembaga tersebut membentuk gugus tugas kripto, membatalkan banyak kasus penegakan hukum terhadap pemain industri besar, dan memulai "Proyek Kripto" untuk memodernisasi aturannya.

Atkins menuturkan, meski mencatat kripto individual dapat naik dan turun, ia menyatakan antusiasme khusus terhadap potensi yang lebih luas dari teknologi buku besar terdistribusi, terutama dalam sistem kliring dan penyelesaian pembayaran.

Awal pekan ini, SEC memberikan keringanan pengecualian kepada WisdomTree untuk perdagangan 24/7 dan penyelesaian instan untuk WisdomTree Treasury Money Market Digital Fund, menandai yang pertama di AS.

"Kami telah menyetujui reksa dana pasar uang yang di tokenisasi, dan yang akan datang adalah deposito bank yang di tokenisasi," kata Atkins.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.  

Alasan SEC Batalkan Kasus Terkait Pinjaman Kripto Gemini

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Sebelumnya, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau the US Securities and Exchange Commission (SE) pada Jumat, 23 Januari 2026 setuju untuk membatalkan kasus hukum kepada bursa kripto Gemini yang didirikan miliarder kembar Tyer dan Cameron Winklevoss. Hal ini setelah investor dalam program pinjaman mendapatkan kembali aset sepenuhnya.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Senin (26/1/2026). SEC dan bursa yang dikenal sebagai Gemini Space Station mengajukan kesepakatan bersama di pengadilan federal di Manhattan untuk membatalkan kasus. Pembatalan ini dengan alasan pengembalian penuh aset kripto kepada investor Gemini Earn melalui proses kebangkrutan Genesis Global Capital pada Mei dan Juni 2024.

Regulator keuangan tersebut telah memutuskan untuk menyelesaikan gugatan tersebut tahun lalu.

SEC telah mengubah pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang telah berjanji untuk menjadi "presiden kripto," dengan memberlakukan aturan yang lebih menguntungkan dan berjanji untuk mempopulerkan penggunaan mata uang digital secara luas.

Gemini tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Pada 2023, SEC menuntut Genesis Global Capital dan Gemini Trust Company karena secara ilegal menjual sekuritas kepada ratusan ribu investor melalui program pinjaman kripto mereka.

Pelanggan Gemini yang berpartisipasi dalam program Gemini Earn meminjamkan kripto mereka ke Genesis dan menerima bunga atas aset yang dipinjamkan. Total nilai aset Gemini Earn adalah USD 940 juta atau Rp 15,18 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820) ketika Genesis membekukan rekening pelanggan pada November 2022, seperti yang sebelumnya dikatakan Gemini.

 

Kembalikan Dana

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Tidak seperti perusahaan kripto lain yang bangkrut setelah jatuhnya pasar pada 2022, Genesis mampu mengembalikan kripto pelanggan kepada mereka daripada melikuidasi sejumlah aset terbatas dan membayar mereka kembali secara tunai.

Setelah "pengembalian 100 persen aset kripto investor Gemini Earn melalui Kebangkrutan Genesis dan penyelesaian. Komisi percaya bahwa penolakan klaim terhadap Terdakwa adalah tepat," menurut dokumen pengadilan yang diajukan pada Jumat.

SEC menekankan bahwa keputusannya untuk meminta penolakan tidak mencerminkan posisinya pada kasus lain.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya