Cristian Chivu Disebut Beri Inter Sesuatu yang Tak Dimiliki Simone Inzaghi

Henrikh Mkhitaryan menyebut Cristian Chivu memberi Inter Milan sesuatu yang tak dimiliki Simone Inzaghi. Inter kini memimpin Serie A dan memburu Scudetto.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 28 Februari 2026, 15:15 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu bereaksi di laga melawan Liverpool di Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Henrikh Mkhitaryan menilai Cristian Chivu telah memberikan sesuatu yang tidak mampu diberikan Simone Inzaghi kepada Inter Milan. Pernyataan itu muncul saat Nerazzurri terus bersaing dalam perburuan gelar Liga Italia.

Inter saat ini unggul 10 poin atas AC Milan di puncak klasemen. Mereka berpeluang memperlebar jarak menjadi 13 poin saat menghadapi Genoa.

Meski begitu, Inter baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt. Pada leg kedua di kandang sendiri, mereka takluk 1-2.

Inter masih berpeluang meraih trofi lain musim ini, termasuk Coppa Italia dan Scudetto. Superkomputer Opta bahkan memberi peluang 95,9 persen bagi Inter untuk menjadi juara liga.


Chivu Beri Sesuatu yang Tak Dimiliki Inzaghi

Hakan Calhanoglu dari Inter Milan berjabat tangan dengan pelatih Cristian Chivu saat meninggalkan lapangan akibat cedera dalam laga Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Mkhitaryan mengakui tidak semua pelatih harus selalu berpengalaman untuk membawa dampak besar. Ia menilai kehadiran Chivu memberi dorongan berbeda bagi skuad Inter musim ini.

Menurutnya, posisi Inter di puncak klasemen menjadi bukti kerja keras tim di bawah arahan pelatih baru. Meski begitu, ia menegaskan perjalanan menuju gelar belum selesai.

"Jelas, Anda tidak selalu bisa memiliki pelatih yang sangat berpengalaman. Kami memiliki Chivu dan dia memberi kami sesuatu yang tidak bisa diberikan Inzaghi. Seperti yang bisa Anda lihat, kami berada di posisi pertama liga. Ini belum berakhir, tetapi Anda bisa melihat kerja hebat yang telah kami lakukan," ujar Mkhitaryan.

"Tahun lalu, kami bisa memenangkan tiga trofi dalam dua pekan. Kami melewatkan setiap kesempatan. Secara alami, kami ingin memenangkan setidaknya satu, itulah sepak bola. Tidak ada yang mengharapkannya. Kami tidak berhasil," lanjut Mkhitaryan.


Bangkit Setelah Kekecewaan

Gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan, berusaha melewati pemain River Plate, Gonzalo Montiel, dalam laga Grup E Piala Dunia Antarklub di Seattle, Kamis (26/6/2025). (AP Photo/Lindsey Wasson)

Gagal meraih tiga trofi dalam waktu singkat musim lalu menjadi pukulan berat bagi Inter. Namun Mkhitaryan menegaskan timnya mampu bangkit dari kekecewaan tersebut.

Ia menyebut skuad Inter langsung kembali bekerja dan menatap musim baru dengan mentalitas berbeda. Target mereka adalah memaksimalkan setiap peluang yang ada.

"Setelah kekecewaan itu, kami menemukan kekuatan untuk bangkit keesokan harinya dan pergi bekerja," kata Mkhitaryan.

"Tahun ini, kami memulai dengan cara yang berbeda, menyadari kesempatan baru dan melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkan sesuatu," tegas Mkhitaryan.


Kompetisi Belum Selesai

Henrikh Mkhitaryan berebut bola dengan Matteo Bianchetti dalam laga Serie A antara Inter Milan dan Cremonese di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Inter kini menyisakan 12 pertandingan di Liga Italia. Mkhitaryan menegaskan timnya belum boleh lengah meski berada di posisi teratas.

Ia percaya dalam sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi. Karena itu, fokus dan kerja keras menjadi kunci utama.

"Kami melakukannya dengan baik, dengan 12 pertandingan tersisa, kejuaraan belum berakhir. Kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkannya. Kami berharap bisa melakukannya," ujar Henrikh Mkhitaryan.

"Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Anda hanya harus siap menundukkan kepala dan terus melangkah," tutup Mkhitaryan.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya