Cara Daftar Pelatihan Vokasi Gratis Lewat Laman Resmi Kemnaker

Pemerintah membuka pelatihan vokasi buat lulusan SMA/SMK, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan waspadai link palsu. Ini cara daftar-nya.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 27 Februari 2026, 21:15 WIB
Pemerintah resmi membuka pendaftaran pelatihan vokasi khusus untuk lulusan SMA/SMK dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Proses pendaftarannya dilakukan melalui laman resmi yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan. Berikut cara daftar-nya. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi membuka pendaftaran pelatihan vokasi khusus untuk lulusan SMA/SMK dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Proses pendaftaran-nya dilakukan melalui laman resmi yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan. Lalu bagaimana cara daftar-nya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan proses pendaftaran dilakukan secara daring atau online. Calon pendaftar bisa mengakses skillhub.kemnaker.go.id. 

Dia mewanti-wanti calon pendaftar untuk tidak terkecoh dengan laman palsu. "Perlu diperhatikan karena ada beberapa website tandingan, atau saya sebut tandingan atau bahasa jelasnya palsu. Nah ini harus dihindari dan tadi portal yang resmi itu yang diikuti," tegas Airlangga, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Cara Daftar

Para lulusan SMA/SMK dalam rentang waktu tiga tahun terakhir bisa mengakses melalui laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan.

Langkah pertama, calon pendaftar bisa membuka laman skillhub.kemnaker.go.id. 

Kemudian, calon pendaftar akan diminta memasukkan sejumlah persyaratan dan tahapam pendaftaran. Nantinya para pendaftar akan diseleksi oleh tim internal Kemnaker sebelum dinyatakan lolos untuk ikut pelatihan.

Waktu pelatihan pun akan dijalankan dalam jangka waktu tertentu. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyatakan, jangka waktunya mulai dari satu bulan hingga enam bulan, tergantung pada jenis pelatihannya. 

Proses pelatihan akan dijalankan di balai pelatihan vokasi milik Kemnaker di berbagai provinsi seluruh Indonesia. Peserta yang lolos akan mendaparkan sertifikasi resmi yang dikeluarkan Kemnaker.

 

Alur Pendaftaran

Mengutip laman resmi skillhub.kemnaker.go.id, ada enam tahapan pendaftaran. Adapun, pendaftarannya dibuka pada 13 Februari hingga 6 Maret 2026. Pada periode ini dilakukan pengusulam program pelatihan oleh pendaftar.

Lalu, pada jangka waktu yang sama turut jadi masa lulusan SMA/SMK untuk mendaftar dalam pogram pelatihan.

Selanjutnya, 9 Maret 2026 pukul 23.59 menjati batas akhir calon peserta mengisi asesmen Siap Latih.

Berikutnya, 10-15 Maret 2026 akan menjadi waktu seleksi atau wawancana calon peserta pelatihan. 16 Maret 2026 menjadi waktu pengumuman peserta pelatihan.

Seluruh pendaftar yang lolos akan mengikuti proses pelatihan vokasi nasional yang dimulai pada 1 April 2026 mendatang.

 

 

Buka Program Pelatihan Vokasi

Sebelumnya, Pemerintah resmi membuka program pelatihan vokasi untuk masyarakat lulusan SMA dan SMK. Total ada kuota sebanyak 20.000 orang pada pelatihan gelombang pertama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan program pelatihan vokasi ini berikan pemerintah secara gratis. 

"Bersama Menteri Ketenagakerjaan, hari ini diluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional di tahun 2026 yang seluruh rangkaiannya diselenggarakan oleh pemerintah secara gratis," kata Airlangga di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Dia menuturkan, program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, etos kerja, dan untuk dapat bekerja. Fokus program ini menyasar hard skill dan soft skill para lulusan SMA/SMK tiga tahun terakhir untuk sanggup masuk ke dunia kerja.

"Program ini mengedepankan link and match, kurikulum pelatihan yang kuat dan dekat dengan dunia usaha ataupun industri, dan diharapkan lulusan bisa langsung sesuai dengan tuntutan pasar kerja," sebutnya.

Dia mencatat, dalam data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), jumlah lulusan SMA/SMK di tahun 2024-2025 ini ada 3,28 juta. Dan lulusan SMA-nya sekitar 31,05 juta pekerja atau 20% dari total pekerja nasional sebesar 148 juta orang. Sedangkan SMK berkontribusi pada 20,8 juta atau 14% sehingga yang kita kejar di sini adalah 35%. 

"Dari 35% ini yang ditargetkan oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk di-reskilling dan upskilling," tegasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya