Liputan6.com, Jakarta - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (27/2/2026), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 10,72 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut naik 18,81% dari 2024 sebesar Rp 9,02 triliun.
Advertisement
Beban pokok penjualan bertambah 18,75% menjadi Rp 5,86 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,94 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 18,8% dari Rp 4,08 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,85 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 2,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,20 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 200,75 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 208,31 miliar.
Perseroan mencatat laba usaha naik 35,76% menjadi Rp 2,26 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,67 triliun.
Pendapatan keuangan perseroan bertambah menjadi Rp 261,47 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 225,23 miliar. Perseroan mencatat kenaikan laba kurs yang signifikan. Laba atas selisih kurs melonjak 117,34% menjadi Rp 10,32 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,75 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan naik 34,42% menjadi Rp 2,56 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,90 triliun. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 33,79% menjadi Rp 2,03 triliun dari 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.
Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 256,20 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 191,48.
Ekuitas naik 0,48% menjadi Rp 6,78 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 6,75 triliun. Liabilitas perseroan melompat 35,91% menjadi Rp 1,95 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,43 triliun. Aset naik 6,7% menjadi Rp8,74 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,19 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 947,92 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,28 triliun.
Emiten CMRY Bikin Anak Usaha Baru, Ini Tujuannya
Sebelumnya, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory mendirikan anak usaha usaha baru bernama PT Artha Rasa Cimory (ARC). Pendirian anak usaha ini untuk menunjang rencana bisnis dalam jangka panjang.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (22/1/2026), perseroan menyebutkan anak usaha bernama PT Artha Rasa Cimory itu berkedudukan di Jakarta Barat. PT Artha Rasa Cimory (ARC) didirikan berdasarkan akta pendirian Nomor 17 tertanggal 15 Januari 2026, yang dibuat dihadapan Notaris Wenda Taurusita Amidjaja, dan disahkan berdasarkan Surat Keputusan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0008849.AH.01.11 Tahun 2026 tertanggal 20 Januari 2026.
Adapun susunan pemegang saham perseroan antara lain PT Cisarua Mountain Dairy Tbk sebesar 99% dan Farell Grandisuri sebesar 1%.
Sekretaris Perusahaan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Dinar Primasari menyampaikan PT ARC didirikan dengan modal dasar Rp 10 miliar terbagi atas 100.000 saham, masing-masing bernilai nominal Rp 100.000. Modal itu telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 25.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 2,50 miliar oleh pemegang saham.
“Pendirian anak perusahaan ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” ujar Dinar.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 21 Januari 2026, harga saham CMRY melemah 0,48% ke posisi Rp 5.150 per saham. Harga saham CMRY dibuka stagnan di posisi Rp 5.175. Saham CMRY berada di level tertinggi Rp 5.200 dan level terendah Rp 5.075 per saham. Total frekuensi perdagangan 896 kali dengan volume perdagangan saham 20.041. Nilai transaksi Rp 10,3 miliar.
Kinerja CMRY
Sebelumnya, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga September 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (7/11/2025), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk meraup penjualan Rp 7,83 triliun hingga September 2025.
Penjualan perseroan naik 18,6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,63 triliun. Beban pokok penjualan bertambah 17,70% dari Rp 3,65 triliun menjadi Rp 4,29 triliun. Perseroan meraup laba bruto tumbuh 19,76% menjadi Rp 3,57 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,98 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 1,62 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,44 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 144,60 miliar dari September 2024 sebesar Rp 163,24 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp 13,88 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 2,46 miliar.
Aset CMRY
Seiring hal itu, laba usaha mencapai Rp 1,79 triliun, tumbuh 31,1% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,36 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan pendapatan keuangan dari Rp 78,20 miliar menjadi Rp 204,67 mliar. Laba kurs tercatat menjadi Rp 7,47 miliar hingga September 2025. Sementara itu, laba neto entitas asosiasi turun menjadi Rp 3,71 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,79 miliar.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan naik 39,31% menjadi Rp 2,02 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,45 triliun. Seiring hal itu, laba periode berjalan tumbuh 38,5% menjadi Rp 1,60 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 1,15 triliun. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 201,77 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 145,66.
Total ekuitas naik menjadi Rp 7,16 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 6,75 triliun. Liabilitas perseroan bertambah menjadi Rp 1,76 triliun dari Desember 2024 sebesar Rp 1,43 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 8,92 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 8,19 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas mencapai Rp 1,21 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,28 triliun.