Paradoks Jude Bellingham: Real Madrid Justru Lebih Stabil Saat Sang Gelandang Absen?

Statistik menunjukkan Real Madrid tampil lebih efisien tanpa Jude Bellingham. Data kemenangan, gol, dan pertahanan bicara jelas.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 27 Februari 2026, 16:46 WIB
Jude Bellingham mengalami cedera dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid sempat diliputi kekhawatiran besar saat Jude Bellingham mengalami cedera. Kehilangan pemain kunci di fase krusial musim jelas terasa seperti kemunduran.

Cedera itu terjadi tak lama setelah kick-off laga melawan Rayo Vallecano. Masalah otot memaksanya keluar lebih cepat dari lapangan.

Proses pemulihan berjalan lebih lama dari perkiraan. Kini, ada kemungkinan nyata Bellingham baru kembali pada April.

Namun seiring waktu berjalan, sebuah fakta menarik muncul. Real Madrid justru tampil lebih efisien tanpa sang megabintang lini tengah.


Data Kemenangan yang Sulit Diabaikan

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Sejak Bellingham bergabung, Real Madrid telah memainkan 162 pertandingan di semua kompetisi. Ia tampil dalam 128 laga.

Artinya, ada 34 pertandingan yang dijalani Madrid tanpa kehadirannya. Kontras performa dari dua situasi ini cukup mencolok.

Menurut laporan Mundo Deportivo, Madrid mencatat 86 kemenangan saat Bellingham bermain. Persentase kemenangannya berada di angka 67,2%.

Tanpa Bellingham, tingkat kemenangan melonjak drastis. Madrid menang 28 kali dari 34 laga atau setara 82,4%, dan hanya kalah tiga kali.


Serangan Tetap Tajam, Pertahanan Lebih Kokoh

Aksi Jude Bellingham di laga Villarreal dan Real Madrid di jornada 21 Liga Spanyol 2025/2026 di La Ceramica, Minggu (25/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alberto Saiz)

Secara ofensif, kehadiran Bellingham tidak membuat perbedaan signifikan dalam produktivitas tim. Saat ia bermain, Madrid mencetak rata-rata 2,22 gol per laga.

Tanpa dirinya, angka itu justru sedikit meningkat menjadi 2,35 gol per pertandingan. Efektivitas serangan tetap terjaga.

Perubahan paling mencolok terlihat di lini belakang. Kebobolan turun dari 1,18 gol per laga menjadi hanya 0,76.

Penurunan hampir setengah gol per pertandingan ini berdampak besar. Stabilitas tim meningkat secara signifikan.


Clean Sheet, xG, dan Struktur Permainan

Selebrasi Jude Bellingham dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Data clean sheet memperkuat gambaran tersebut. Madrid mencatatkan nirbobol dalam 35,2% laga saat Bellingham bermain.

Tanpa dirinya, angka itu melonjak menjadi 50%. Tim juga selalu mencetak gol dalam 100% pertandingan tanpa Bellingham.

Di La Liga dan Liga Champions musim ini, lawan menghasilkan expected goals rata-rata 1,31 ketika Bellingham bermain.

Angka itu turun menjadi 0,94 saat ia absen. Ini menegaskan bahwa Madrid lebih aman secara defensif tanpa sang gelandang.

Sumber: MadridUniversal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya