IHSG Diproyeksi Tembus 9.350 pada Skenario Bullish, 2026 Jadi Pemulihan

Mandiri Sekuritas memproyeksikan 2026 sebagai tahun pemulihan pasar saham Indonesia. IHSG diramal bakal terbang.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 27 Februari 2026, 10:40 WIB
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan tahun 2026 menjadi periode pemulihan bagi pasar saham Indonesia, seiring dengan pertumbuhan laba emiten yang kembali mencatatkan kenaikan dua digit serta dukungan kebijakan fiskal yang ekspansif dan kenaikan harga komoditas.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan pemulihan pasar saham akan ditopang oleh perbaikan kinerja emiten.

“2026 merupakan tahun pemulihan pasar saham Indonesia, dimana earning growth recovery akan mencapai double digits di tengah kebijakan fiskal yang ekspansif dan kenaikan harga komoditas,” ujar Oki dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/2/2026).

Mandiri Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (EPS) dari lebih 80 emiten yang dicakup perseroan mencapai 15% pada 2026, membaik dibandingkan kontraksi 12% pada 2025.

Dari sisi valuasi, normalisasi biaya modal juga dinilai menjadi faktor pendukung. Pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia sebesar 150 basis poin sejak 2024 membuat biaya ekuitas turun lebih cepat dibandingkan return on equity (ROE).

Selain itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor satu tahun juga turun dari kisaran 6%–7% pada awal 2025 menjadi sekitar 5% pada awal 2026.

 

Kondisi Eksternal

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kondisi eksternal turut memberikan sentimen positif, dengan likuiditas global yang tetap melimpah di tengah kebijakan fiskal ekspansif dan tekanan dolar yang melemah.

Dalam skenario pasar, Mandiri Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencapai 9.350 dalam kondisi bullish dan 7.670 dalam skenario bearish.

Sejumlah sektor yang diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan cukup baik antara lain komoditas, telekomunikasi, internet dan digital, konsumer, ritel, transportasi, serta bahan bangunan.

 

Pasar Obligasi

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, dari sisi pasar obligasi, Mandiri Sekuritas menilai ketahanan pasar bersifat struktural.

“Kami bersikap netral terhadap prospek pasar obligasi 2026, karena ruang untuk kompresi imbal hasil lebih lanjut tampaknya terbatas, menurut pandangan kami,” jelas Oki.

Ia menjelaskan, saat ini kepemilikan asing di pasar obligasi Indonesia hanya sekitar 13% dari total outstanding, turun signifikan dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yang sempat mencapai 40%. Pada 2025, pasar obligasi mencatat total return 12,6%, didorong oleh kupon dan capital gain seiring penurunan yield.

Untuk 2026, imbal hasil SBN tenor 10 tahun diperkirakan bergerak dalam kisaran 5,80%–6,20%, dengan asumsi suku bunga acuan Bank Indonesia di level 4,25% dan yield US Treasury 10 tahun sekitar 3,8%, serta tidak terjadi penurunan peringkat utang (downgrade) dari level Baa2 atau BBB.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya