Victor Osimhen Inginkan Juventus, tapi Klausul Anti-Serie A Jadi Penghalang Hingga 2027

Victor Osimhen dikabarkan ingin bergabung dengan Juventus. Simak alasan mengapa transfer penyerang Galatasaray ini baru bisa terwujud pada musim panas 2027.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Februari 2026, 09:01 WIB
Duel Victor Osimhen dengan Weston McKennie di di laga Juventus vs Galatasaray di leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (26/02/2026) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Victor Osimhen dikabarkan memiliki keinginan kuat untuk berseragam Juventus dalam waktu dekat. Penyerang tajam asal Nigeria ini terus dikaitkan dengan kepindahan ke Turin setelah masa baktinya di Turki berakhir.

Rumor ini menguat setelah muncul laporan mengenai ketertarikan timbal balik antara sang pemain dan manajemen Si Nyonya Tua. Akan tetapi, para penggemar harus bersabar karena proses transfer ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Terdapat kendala kontrak yang sangat spesifik yang menghalangi kepindahan sang bomber ke kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut. Kesepakatan ini melibatkan klausul rumit yang baru akan berakhir pada pertengahan tahun depan.


Klausul Anti-Serie A yang Menghambat

Pemain Napoli Victor Osimhen melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Juventus pada pertandingan sepak bola Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, 13 Januari 2023. Napoli mengalahkan Juventus dengan skor 5-1. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Saat Napoli melepas sang striker ke Galatasaray secara permanen, mereka menyisipkan klausul khusus untuk memproteksi kepentingan klub. Aurelio De Laurentiis memastikan adanya denda besar jika sang pemain kembali ke Liga Italia sebelum waktu yang ditentukan.

Jika klub asal Turki tersebut menjual sang bomber ke tim Italia pada tahun 2026, mereka wajib membayar penalti sebesar €70 juta (sekitar Rp1,19 triliun). Angka tersebut dinilai terlalu tinggi bagi Juventus yang sedang melakukan penghematan anggaran belanja pemain.

Penalti ini akan mengalami penurunan menjadi €50 juta (sekitar Rp854 miliar) pada awal tahun 2027 mendatang. Namun, jumlah tersebut tetap menjadi beban finansial yang berat bagi pihak pembeli maupun penjual di tengah musim berjalan.


Reuni yang Tertunda di Turin

Penyerang Galatasaray asal Nigeria bernomor punggung 45, Victor Osimhen, merayakan golnya setelah pertandingan leg kedua babak play-off babak gugur Liga Champions antara Juventus FC dan Galatasaray SK di stadion Allianz di Turin, pada 26 Februari 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Hubungan emosional antara penyerang haus gol tersebut dan beberapa sosok di Juventus menjadi salah satu faktor pendorong kuat rencana transfer ini. Mantan direktur Napoli, Cristiano Giuntoli, adalah sosok yang pertama kali membawanya ke Italia dan kini bekerja untuk Bianconeri.

Selain itu, kehadiran pelatih Luciano Spalletti di kursi kepelatihan Juventus menambah daya tarik bagi pemain kelahiran Lagos tersebut untuk bergabung. Keduanya pernah bekerja sama dengan sangat sukses saat membawa Napoli meraih gelar juara liga beberapa musim lalu.

Sikap hormat Victor Osimhen terlihat jelas saat ia menolak merayakan golnya ke gawang Juventus di ajang Liga Champions baru-baru ini. Ia bahkan tertangkap kamera berpelukan dengan Federico Gatti setelah sempat terlibat perselisihan panas di tengah pertandingan yang sengit.

Semua tanda menunjukkan bahwa sang pemain sudah diterima dengan baik oleh ruang ganti Juventus, tetapi statusnya masih sebagai lawan saat ini. Klausul "Anti-Serie A" tersebut baru akan kedaluwarsa sepenuhnya pada tanggal 30 Juni 2027.

Maka dari itu, Juventus dipastikan harus menunda ambisi mereka untuk mendatangkan Victor Osimhen hingga bursa transfer musim panas 2027. Kesabaran menjadi kunci utama bagi manajemen klub jika ingin melihat sang bintang mengenakan seragam hitam-putih tanpa beban finansial tambahan.

Sumber: juvefc


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya