Menghilang Satu Dekade, Saatnya Nostalgia Suasana Ramadhan di Pasar Marema Sukabumi

Pasar Marema Sukabumi, tradisi pasar musiman yang sempat absen selama satu dekade kini hadir kembali.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Februari 2026, 12:30 WIB
Pasar Marema Sukabumi, tradisi pasar musiman yang sempat absen selama satu dekade kini hadir kembali. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Liputan6.com, Sukabumi - Kerinduan warga Kota Sukabumi terhadap hiruk-pikuk khas Ramadan tampaknya segera terobati. Di awal Ramadan 1447 Hijriah ini, ruas Jalan Kapten Harun Kabir kembali bersalin rupa dengan berdirinya tenda-tenda biru besar. 

Pemandangan ini menjadi penanda kembalinya Pasar Marema, sebuah tradisi pasar musiman yang sempat absen selama satu dekade.

Jalan yang biasanya berfungsi sebagai akses utama menuju Pasar Pelita itu kini mulai berubah menjadi pusat perbelanjaan dadakan. 

Sejumlah pedagang bahkan sudah mulai menjajakan dagangannya di bawah naungan tenda, membangkitkan kembali suasana yang terakhir kali dirasakan warga sekitar tahun 2015 silam.

Bagi para pedagang lama, kembalinya Pasar Marema bukan sekadar urusan mencari untung, melainkan merawat kenangan. 

Zainal (51), pedagang busana muslim yang telah berjualan di Marema sejak 1998, menyambut haru kehadiran kembali pasar ini.

"Sudah 10 tahun tidak ada, seingat saya terakhir itu 2015. Alhamdulillah sekarang diadakan lagi. Saya sudah jualan di Marema ini dari tahun 98, dulu sempat di Pasar Pelita dan Tanah Abang juga," ujar Zainal, Kamis (26/2/2026).

Zainal mengakui bahwa Pasar Marema memiliki daya tarik luar biasa yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. 

Menurutnya, pasar ini adalah magnet bagi pembeli tidak hanya dari Kota Sukabumi, tetapi juga daerah tetangga.

"Semenjak ada Pasar Marema dulu, Sukabumi ini ramai. Pasar di sini ramai. Sukabumi ini paling terkenal lah, orang Jampang sampai Cianjur ke sini, ada langganan saya dulu yang belanja orang Cianjur," tuturnya mengenang masa kejayaan pasar tersebut.

Efek ekonomi yang dirasakan pedagang pun sangat signifikan. Zainal membeberkan bahwa omzet yang diraup bisa melonjak hingga lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasa karena seluruh aktivitas belanja terpusat di satu titik.

"Bedanya dari pasar biasa, Pasar Marema ini lebih ramai karena semua terpusat di sini, pendapatan juga lebih bagus, lebih besar bisa meningkat pendapatan 50 persen lebih," lanjutnya.

 

Antusiasme Tinggi

Antusiasme pedagang tahun ini pun tergolong sangat tinggi, terbukti dengan terdaftarnya kurang lebih 600 lapak yang siap memenuhi kawasan tersebut. 

Meskipun saat ini para pedagang masih sibuk melakukan persiapan fisik, Pasar Marema direncanakan mulai beroperasi secara efektif pada pekan ini.

Mengenai teknis di lapangan, pasar legendaris ini akan melayani pembeli dengan waktu operasional yang cukup fleksibel, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. 

Puncak keramaian diprediksi akan terjadi pada 10 hari terakhir menjelang Lebaran. Terkait pengelolaan, para pedagang biasanya menyetorkan iuran yang sudah mencakup biaya keamanan atau ronda.

"Biasanya mulai puncaknya itu 10 hari sebelum lebaran. Kalau soal iuran, kita ke pengelolanya sendiri. Tapi untuk nominalnya kami belum tahu, biasanya nanti diminta saat malam hari, sudah termasuk biaya ronda atau keamanan," ungkap Zainal.

Zainal dan ratusan pedagang lainnya menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi awal yang baik bagi tradisi tahunan di masa depan.

"Mudah-mudahan ke depannya ada terus setiap tahun, jangan sampai hilang lagi seperti 10 tahun kemarin," imbuhnya.

Reporter: Fira Syahrin

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya