Real Madrid Tampil Buruk Lawan Benfica? Yang Penting Menang!

Aurelien Tchouameni mengakui Real Madrid tampil kurang maksimal saat menghadapi Benfica di playoff Liga Champions. Ia meminta tim segera berbenah meski sukses l

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 26 Februari 2026, 19:12 WIB
Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Aurelien Tchouameni melontarkan sebuah pengakuan jujur setelah laga leg kedua babak playoff Liga Champions 2025/2026 berakhir. Ia menyebut bahwa performa Real Madrid saat menjamu Benfica tidak berada di level terbaik.

Pertandingan yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu tersebut menjadi penentu langkah kedua tim menuju babak 16 besar. Sebelum laga ini dimulai, El Real sebenarnya sudah mengantongi keunggulan 1-0 dari hasil pertemuan pertama di markas Benfica.

Pada jalannya laga leg kedua, Benfica sempat mengejutkan publik tuan rumah melalui gol pembuka yang dicetak oleh Rafa Silva. Keunggulan tim tamu tersebut membuat tekanan berpindah ke pundak para pemain Los Blancos.

Beruntung bagi Madrid, Aurelien Tchouameni mampu mencetak gol balasan hanya berselang dua menit setelah gawang mereka kebobolan. Vinicius Junior kemudian memastikan kemenangan melalui gol penentu yang lahir pada menit ke-80.

Tchouameni secara terbuka mengakui bahwa permainan Real Madrid di lapangan memang kurang memuaskan sepanjang laga tersebut. Namun baginya, hasil akhir yang membawa Los Blancos melaju ke fase berikutnya tetap menjadi hal yang paling utama.


Performa Kurang Maksimal

Aksi gemilang Courtois membawa Real Madrid menang dengan skor 2-1 atau agregat 3-1 atas Benfica. (AFP/Thomas Coex)

Melansir wawancara di situs resmi klub, Tchouameni tidak menutupi fakta bahwa skuad Los Blancos bermain di bawah standar. Hal inilah yang dianggapnya menjadi penyebab utama mengapa Benfica mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu.

Meski sempat tertinggal, seluruh penggawa Madrid disebut tetap menjaga mentalitas dan keyakinan untuk bisa membalikkan keadaan. Mereka sukses mempertahankan fokus hingga akhirnya berhasil mengamankan tiket babak 16 besar.

"Sejujurnya kami tidak memulai pertandingan hari ini dengan cukup bagus. Namun kami memiliki kepercayaan penuh bahwa gol akan datang, dan segalanya membaik setelah kami berhasil menyamakan kedudukan," ungkap Tchouameni.

Situasi di lapangan sempat terasa sulit sebelum gol penyeimbang tercipta di awal babak kedua. Transformasi permainan Madrid terlihat lebih stabil setelah gol Tchouameni meredam agresivitas tim tamu.


Perlu Banyak Berbenah

Menjamu Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB, Los Blancos unggul 2-1. Tampak dalam foto, penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior, merayakan golnya selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Gelandang asal Prancis ini juga memberikan peringatan kepada rekan-rekan setimnya agar tidak terlalu larut dalam euforia kemenangan. Ia menilai masih ada beberapa aspek krusial dalam permainan Real Madrid yang harus segera dievaluasi.

Tchouameni berharap seluruh skuad segera mengalihkan fokus dan bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar. Perbaikan performa menjadi harga mati jika mereka ingin melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa ini.

"Sekarang kami harus fokus menatap apa yang ada di depan. Sangat penting bagi kami untuk memperbaiki koordinasi pertahanan dan memulai laga dengan intensitas yang lebih baik," tegas sang pemain.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa memenangkan pertandingan adalah prioritas yang berhasil mereka tuntaskan hari ini. Meski begitu, catatan perbaikan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh tim kepelatihan.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya