Liputan6.com, Jakarta - Efisiensi dalam manajemen budidaya mandiri menjadi penentu utama keuntungan bagi para peternak di tengah fluktuasi harga pasar yang tidak menentu. Banyak pelaku usaha kini mencari solusi alternatif mengenai jenis pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan? guna menyederhanakan rantai pasok nutrisi di area lahan yang terbatas.
Sebelum menentukan jenis pakan, perlu dipahami bahwa ayam (terutama jenis pedaging) dan ikan (seperti lele atau nila) memiliki kebutuhan protein yang cukup tinggi untuk fase pertumbuhan. Ayam membutuhkan protein sekitar 18-22%, sedangkan ikan budidaya membutuhkan protein di kisaran 28-35%.
Advertisement
Oleh karena itu, pakan yang bersifat multifungsi harus memiliki kandungan asam amino yang lengkap dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan yang berbeda. Simak pakan ternak yang bisa untuk ayam sekaligus ikan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (26/2/2026).
1. Maggot BSF: Primadona Pakan Multifungsi
Larva lalat tentara hitam atau Maggot BSF menempati urutan teratas dalam daftar pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan? karena kandungan protein kasarnya yang mencapai 40-50%. Maggot mengandung asam lemak laurat yang berfungsi sebagai antimikroba alami, sehingga ayam lebih tahan terhadap penyakit pernapasan dan ikan memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang lebih tinggi.
Pemberian maggot bisa dilakukan dalam bentuk segar maupun kering. Untuk ayam, maggot segar merangsang insting berburu dan meningkatkan aktivitas fisik. Sedangkan untuk ikan, maggot merupakan pakan alami yang tidak mencemari air kolam karena tidak meninggalkan residu kimia.
2. Azolla Microphylla: Emas Hijau dari Perairan
Azolla adalah tanaman paku air yang sering dianggap sebagai gulma, padahal potensinya luar biasa. Tanaman ini mampu memfiksasi nitrogen dari udara, sehingga kadar proteinnya sangat stabil di angka 25-30%. Keunikan Azolla adalah teksturnya yang lunak; ikan seperti nila dan gurame dapat langsung mengonsumsinya di permukaan air, sementara ayam dapat memakannya sebagai sumber serat dan vitamin tambahan yang membuat kuning telur menjadi lebih jingga (orange).
3. Tepung Ikan dan Limbah Pengolahan Seafood
Jika memiliki akses ke pasar ikan atau pelelangan, limbah seperti kepala udang, tulang ikan, atau ikan-ikan kecil yang tidak laku dijual bisa diolah. Bahan ini adalah jawaban teknis bagi peternak yang bertanya tentang pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan? dengan biaya hampir nol rupiah. Limbah ini harus direbus terlebih dahulu untuk membunuh bakteri patogen, kemudian digiling menjadi pasta atau dikeringkan menjadi tepung. Tepung ini kaya akan kalsium dan fosfor yang krusial bagi pembentukan tulang ayam dan kerangka ikan.
4. Lemna Minor (Mata Lele)
Serupa dengan Azolla, Lemna memiliki ukuran yang lebih kecil dan pertumbuhan yang sangat cepat, bahkan bisa mencapai dua kali lipat dalam waktu 24 jam. Lemna mengandung energi metabolis yang cukup tinggi sehingga sangat efektif untuk menjaga suhu tubuh ayam di malam hari dan memberikan energi bagi ikan untuk tetap aktif bergerak.
5. Fermentasi Ampas Tahu dan Dedak
Ampas tahu merupakan sisa industri yang masih kaya protein nabati. Agar bisa digunakan secara universal, ampas tahu perlu difermentasi menggunakan mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae atau bakteri asam laktat.
Proses fermentasi memecah serat kasar yang sulit dicerna ayam dan menghilangkan zat antinutrisi yang mungkin menghambat pertumbuhan ikan. Campuran fermentasi ini sangat disukai lele sebagai pakan tambahan di malam hari.
Strategi Pemberian Pakan yang Efektif
Agar strategi pemberian pakan ini berjalan maksimal tanpa menyebabkan kegagalan budidaya, pembagian waktu dan porsi harus dilakukan secara presisi. Memahami pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan? tidak hanya soal jenis bahannya, tapi juga soal efektivitas penyerapannya oleh tubuh hewan.
1. Pembagian Jadwal Berdasarkan Metabolisme
Ayam dan ikan memiliki puncak metabolisme yang berbeda. Untuk itu, disarankan mengikuti ritme berikut:
Pagi Hari (07.00 - 08.00): Berikan pakan alami yang tinggi serat dan protein seperti Azolla atau Lemna. Pada jam ini, ikan cenderung sangat aktif mencari makan di permukaan, sementara ayam membutuhkan energi awal untuk memulai hari.
Siang Hari (12.00 - 13.00): Berikan pakan fermentasi (dedak/ampas tahu) dalam porsi kecil. Pakan hasil fermentasi membantu mendinginkan suhu tubuh ayam di saat cuaca panas dan mudah dicerna oleh ikan saat suhu air meningkat.
Sore Hari (16.00 - 17.00): Berikan Maggot BSF atau tepung ikan. Protein tinggi di sore hari membantu proses pembentukan jaringan tubuh (pertumbuhan bobot) selama masa istirahat di malam hari.
2. Kombinasi Pakan Alami dan Pabrikan
Meskipun sudah mengetahui pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan?, jangan menghentikan pakan pabrikan secara total (100%). Pakan pabrikan (pelet/pur) mengandung vitamin dan mineral mikro (seperti premix) yang sulit didapatkan dari bahan alami.
Rasio Ideal: Gunakan perbandingan 70% pakan mandiri (maggot, tanaman air, fermentasi) dan 30% pakan pabrikan. Cara ini akan memangkas biaya operasional secara signifikan tanpa mengorbankan kelengkapan nutrisi ternak.
3. Manajemen Sistem Integrasi "Mina-Ayam"
Sistem kandang di atas kolam adalah cara paling cerdas dalam memanfaatkan pakan ternak apa yang bisa untuk ayam sekaligus ikan? karena meminimalkan limbah. Namun, ada aturan mainnya:
Penyaringan Sisa Pakan: Jangan membiarkan pakan ayam tumpah berlebihan ke kolam. Jika pakan jatuh terlalu banyak dan tidak habis dimakan ikan, pakan tersebut akan membusuk di dasar kolam.
Kepadatan Ikan: Pastikan jumlah ikan di bawah kandang cukup banyak (misalnya jenis lele atau nila) agar mereka mampu menghabiskan sisa pakan yang jatuh dengan cepat sebelum tenggelam dan menjadi amonia.
4. Kontrol Kualitas Air dan Sanitasi
Kotoran ayam yang masuk ke kolam sebenarnya bisa menjadi pupuk bagi plankton (pakan alami ikan), namun jika berlebihan akan menjadi racun.
Sirkulasi Air: Gunakan sistem kucuran air atau aerator untuk memastikan oksigen tetap terjaga.
Pemberian Probiotik: Rutin tuangkan probiotik cair ke air kolam seminggu sekali untuk membantu bakteri baik mengurai sisa kotoran menjadi zat yang tidak berbahaya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pakan Ayam dan Ikan
Apa pakan paling murah untuk ayam dan ikan?
Azolla dan Lemna adalah yang termurah karena dapat dibudidayakan sendiri tanpa biaya tambahan selain air dan sinar matahari.
Dapatkah ayam makan pelet ikan secara terus-menerus?
Pelet ikan umumnya tinggi protein namun rendah serat, sehingga sebaiknya tetap dicampur dengan dedak atau jagung agar pencernaan ayam tetap sehat.
Apakah maggot BSF bisa menggantikan pelet sepenuhnya?
Secara gizi bisa, namun disarankan tetap ada variasi pakan agar kebutuhan mineral mikro ternak terpenuhi dengan sempurna.
Bagaimana cara menyimpan pakan alami agar awet?
Pengeringan dengan suhu rendah atau proses penepungan adalah cara terbaik untuk menyimpan maggot atau tanaman air dalam jangka panjang.
Apakah limbah dapur bisa dijadikan pakan ayam sekaligus ikan?
Bisa, asalkan bukan bahan yang pedas, berminyak berlebih, atau basi. Sebaiknya diolah kembali melalui proses perebusan atau fermentasi.