Ekspor Toyota Indonesia Nyaris 300 Ribu Unit pada 2025, Cetak Rekor Tertinggi

Toyota Indonesia mampu mencatatkan ekspor sebanyak 298.457 unit, dan menandai pertumbuhan sebesar 8 persen jika dibandingkan pencapaian 2024

oleh Arief AszhariDiterbitkan 26 Februari 2026, 18:21 WIB
Ekspor kendaraan Toyota Indonesia. (TMMIN)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Indonesia mencatatkan pencapaian yang cukup gemilang sepanjang 2025, khususnya dari segi ekspor. Sepanjang Januari hingga Desember tahun lalu, raksasa otomotif asal Jepang ini, mampu mencatatkan ekspor sebanyak 298.457 unit.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), dengan pencapaian nyaris 300 ribu unit tersebut, sekaligus menandai pertumbuhan sebesar 8 persen jika dibandingkan pencapaian 2024, yang hanya sebanyak 275.089 unit.

Dalam kurun lima tahun terakhir, kontribusi Toyota terhadap ekspor otomotif nasional terbilang dominan. Sejak 2020 hingga 2025, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), secara konsisten menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia.

Secara keseluruhan, ekspor kendaraan nasional pada 2025 mencapai 518.212 unit, memperlihatkan tren pertumbuhan positif industri otomotif Tanah Air.

Jika ditarik lebih panjang, kiprah ekspor Toyota dari Indonesia sudah dimulai sejak 1987. Hingga akhir 2025, total 3.151.794 unit kendaraan produksi dalam negeri telah dikirim ke lebih dari 100 negara yang tersebar di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, hingga Oseania. Capaian ini menjadi bukti daya saing produk otomotif buatan Indonesia di pasar global.

Dijelaskan Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto, pencapaian ekspor Toyota ini dapat tercapai berkat dukungan pemerintah, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir.

"Kami meyakini peningkatan ekspor produk otomotif sepanjang 2025 dari kendaraan ICE maupun elektrifikasi, dapat memperkuat fondasi industri otomotif Indonesia serta menambah kontribusi bagi neraca dagang nasional. Hal ini mengingat peran sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi," ujar Nandi, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Sejumlah model menjadi tulang punggung ekspor, seperti Kijang Innova Zenix versi Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid Electrified Vehicle (HEV), Toyota Veloz, Toyota Fortuner, serta Toyota Yaris Cross baik ICE maupun HEV.

Ekspor Elektrifikasi Toyota

Sepanjang 2025, ekspor kendaraan elektrifikasi produksi Indonesia mencapai 22.868 unit, meningkat 23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 18.553 unit. Peningkatan ini melengkapi kinerja positif industri otomotif nasional.

Sementara itu, menurut Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, pencapaian Toyota Indonesia ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang.

Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh.

"Seiring peningkatan tingkat kandungan lokal yang telah mencapai 80 persen, kami turut mendukung penguatan industri otomotif nasional melalui produksi dan ekspor kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), serta sejumlah model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV," tukas Bob.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya