Shalat Malam di 10 Malam Terakhir Ramadhan Jadi Momentum Puncak Ibadah

Shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan menjadi momentum puncak ibadah yang paling dinantikan.

oleh nugroho purboDiterbitkan 09 Maret 2026, 14:20 WIB
Ilustrasi sholat di masjid. (Dok. Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan menjadi momentum puncak ibadah yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Pada fase inilah kaum Muslimin meningkatkan kualitas dan kuantitas amal untuk meraih malam Lailatul Qadar yang dijanjikan lebih baik dari seribu bulan.

Shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan menjadi momentum puncak ibadah yang menghadirkan harapan besar akan ampunan dan rahmat Allah SWT. Rasulullah SAW mencontohkan kesungguhan luar biasa pada periode ini dengan memperbanyak qiyamul lail dan membangunkan keluarganya agar tidak melewatkan keutamaan malam tersebut.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar, malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan ini menjadikan umat Islam berlomba-lomba memperbanyak shalat, dzikir, doa, dan i’tikaf.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam ibadah pada waktu tersebut setara dengan lebih dari 83 tahun beribadah.

 

Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. Para malaikat turun ke bumi membawa rahmat hingga terbit fajar.

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa siapa yang melaksanakan sholat sunnah Lailatul Qadar akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya ketika ia bangkit dari duduknya.

Riwayat tersebut juga menyebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menanam pepohonan, membangun istana, dan mengalirkan sungai di surga bagi orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

Karena Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir, umat Islam dianjurkan menghidupkan seluruh malam dengan amal saleh.

 

Niat Sholat Lailatul Qadar

Sholat sunnah Lailatul Qadar dilaksanakan dua rakaat dengan niat khusus. Berikut bacaan niatnya:

أُصَلِّى سُنَّةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Ushallî sunnatan fî lailatil qadri rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.

Artinya: Saya niat sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.

Sholat ini dikerjakan setelah Isya hingga menjelang Subuh. Tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya.

 

Tata Cara Pelaksanaan

Pada rakaat pertama membaca Surah Al-Fatihah kemudian Surah Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali. Rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas tujuh kali.

Setelah salam dianjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali sebagai bentuk permohonan ampun.

Bacaan istighfar tersebut adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.

 

Keutamaan bagi Perempuan Haid

Perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan melaksanakan sholat, namun tetap dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar melalui amalan lain.

Dalam kitab Lathaiful Ma’arif karya Ibn Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa setiap orang yang diterima amalnya akan memperoleh bagian dari Lailatul Qadar, termasuk perempuan haid.

Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah SWT sangat luas dan tidak terbatas hanya pada ibadah tertentu.

Amalan Alternatif bagi Perempuan Haid

Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, terdapat tiga tingkatan dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar, yakni sholat sebagai tingkatan tertinggi, dzikir sebagai tingkatan menengah, dan sholat Isya serta Subuh berjamaah sebagai tingkatan dasar.

Bagi perempuan haid, dzikir dan doa menjadi amalan utama untuk meraih keberkahan malam tersebut.

Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Momentum sepuluh malam terakhir juga menjadi waktu terbaik untuk melakukan i’tikaf di masjid.

Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan ibadahnya pada periode ini dibanding malam-malam sebelumnya.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir mencerminkan harapan besar untuk bertemu Lailatul Qadar.

Semakin kuat ikhtiar seorang hamba dalam beribadah, semakin besar peluang mendapatkan keberkahan malam tersebut.

Shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan menjadi jalan spiritual yang mengantarkan umat Islam pada pengampunan, keberkahan, dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT.

 

 

People Also Talk

1. Kapan waktu terbaik sholat Lailatul Qadar?

Setelah Isya hingga menjelang Subuh pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

2. Berapa rakaat sholat Lailatul Qadar?

Minimal dua rakaat dan dapat ditambah sesuai kemampuan.

3. Apakah harus membaca Al-Ikhlas tujuh kali?

Dianjurkan membaca tujuh kali pada tiap rakaat sebagaimana disebut dalam beberapa riwayat ulama.

4. Apakah perempuan haid bisa meraih Lailatul Qadar?

Bisa, melalui dzikir, doa, dan amal kebaikan lainnya.

5. Mengapa shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan sangat penting?

Karena terdapat Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan sehingga shalat malam di 10 malam terakhir Ramadhan memiliki keutamaan luar biasa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya