Peru Tetapkan Status Darurat di Ratusan Distrik Akibat Hujan Lebat dan Banjir

Upaya penanganan dampak bencana sempat tertunda akibat transisi pemerintahan Peru yang belum sepenuhnya rampung.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Februari 2026, 08:00 WIB
Sejumlah warga bekerja memperbaiki jalan yang rusak akibat hujan deras yang memicu banjir di Arequipa, Peru, Senin (23/2/2026). (Dok. AP/Jose Sotomayor)

Liputan6.com, Lima - Pemerintah Peru menetapkan status darurat di hampir setengah distrik di seluruh negeri pada Rabu (25/2/2026) menyusul curah hujan ekstrem, tanah longsor, dan banjir yang dipicu oleh meningkatnya suhu permukaan laut. Fenomena ini dikaitkan otoritas dengan El Nino Costero atau El Nino Pesisir.

Keputusan tersebut ditandatangani oleh presiden sementara Jose Maria Balcazar dan dipublikasikan dalam lembaran resmi negara. Melalui dekret itu, pemerintah bertujuan mempercepat pencairan dana bagi pemerintah daerah dan regional guna mengamankan infrastruktur vital, termasuk jembatan, jalan, serta layanan air dan listrik, sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan warga terdampak.

Mengutip laporan Associated Press, lebih dari 700 distrik di sepanjang pesisir Pasifik, kawasan Pegunungan Andes, dan wilayah Amazon kini berada di bawah status darurat. 

Meski curah hujan meningkat dalam beberapa hari terakhir, kebijakan status darurat tersebut belum dapat segera diterapkan karena pemerintahan baru belum terbentuk sepenuhnya. Presiden Jose Maria Balcazar baru melantik kabinetnya pada Selasa (24/2), mengakhiri kekosongan jabatan menteri yang terjadi sejak 17 Februari setelah pencopotan pendahulunya, Jose Jeri.

Jerí kini tengah menghadapi penyelidikan atas dugaan korupsi dan praktik jual beli pengaruh.   

Kementerian Perhubungan Peru pada Rabu melaporkan sekitar 931 kilometer jalan di seluruh negeri mengalami kerusakan. Kerusakan terparah terkonsentrasi di empat wilayah yang paling terdampak hujan lebat. Jalur-jalur tersebut diketahui melayani lebih dari setengah juta orang setiap pekan.

Pihak berwenang juga memperbarui jumlah korban jiwa akibat bencana terkait hujan sejak Desember menjadi 68 orang. Di antara korban terbaru terdapat seorang ayah dan anak yang tersapu tanah longsor di wilayah Arequipa. Selain itu, seorang petugas kepolisian di Lima dilaporkan tenggelam di Rimac River saat berupaya menyelamatkan seekor anjing yang terjebak banjir akibat luapan sungai dari kawasan Andes.

Menurut otoritas setempat, suhu perairan Pasifik terus meningkat dan fenomena El Nino Costero diperkirakan akan sedikit menguat pada Maret. Pemanasan suhu laut tersebut menyebabkan tingkat penguapan yang tinggi sehingga memicu curah hujan ekstrem serta peningkatan debit aliran sungai di berbagai wilayah terdampak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya