Kisah Pilu Ustaz Cecep Tangerang Jelang AKSI Indosiar 2026, Mamah Dedeh Ikut Berurai Air Mata

Yang membuat makin terenyuh, ibunda Ustaz Cecep Tangerang tak sempat menyaksikan anaknya berdakwah di panggung AKSI Indosiar 2026.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 26 Februari 2026, 04:15 WIB
Ustaz Cecep Tangerang di AKSI Indosiar 2026

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah siraman rohani yang menyejukkan hati dalam program Akademi Sahur Indonesia atau AKSI Indosiar 2026, terjadi sebuah momen mengharukan yang membuat satu studio menitikkan air mata. Hal ini terjadi saat diungkap sebuah fakta tentang salah satu peserta AKSI Indosiar 2026, yakni Ustaz Cecep Tangerang. 

Pengalaman Ustaz Cecep, sekaligus juga menjadi pengingat bahwa usia manusia begitu terbatas di dunia. Termasuk juga orang-orang yang kita kasihi. 

Semua berawal dari kata pengantar yang disampaikan Ramzi yang bertindak sebagai MC. "Untuk saudara kita Ustaz Cecep dari Tangerang. Satu minggu sebelum Ustaz Cecep datang ke karantina untuk melakukan perjuangan di panggung AKSI 2026, ada peristiwa yang pastinya Ustaz Cecep tidak bisa lupakan sampai kapan pun," kata Ramzi dengan intonasi serius, seperti disaksikan dalam unggahan di kanal YouTube Indosiar, Rabu (25/2/2026).

Sementara Ustaz Cecep langsung menutup wajahnya, mencoba membendung emosi dan kesedihan yang mendadak datang. 

Ramzi melanjutkan, "Ibunda tercinta dipanggil oleh Allah SWT. Dengan kata lain, penampilan beliau pada pagi hari in tidak bisa disaksikan oleh ibunda tercinta."

Para hadirin terlihat ikut larut dalam kesedihan dan berurai air mata. Mamah Dedeh yang dikenal dengan ketegasannya pun terlihat menyeka matanya yang basah.

Salah Satu Cita-Cita Ibunda

Mamah Dedeh dalam AKSI 2026. (Indosiar)

Ustaz Cecep pun mulai menceritakan kenangan tentang sang ibunda, Hajah Masukah, termasuk mengenai sakit kanker yang diderita mendiang. "Sakitnya sudah cukup lama. Sudah berjalan kurang lebih lima tahun," kata Ustaz Cecep.

Sang ibunda yang usianya sudah masuk kepala enam ini, tahu bahwa putranya ingin mengikuti ajang AKSI Indosiar. " Ini juga cita-cita ibu saya. Ini doa salah satu doa yang mustajab dari ibu saya," tuturnya.

Ia menambahkan, "Saya yang orang yang tidak punya ilmu, hanya bermodalkan doa orang tua dan doa guru, Alhamdulillah saya bisa diterima di AKSI Indosiar."

Sepekan Setelah Ibunda Meninggal Dunia

Hanya saja, ada satu fakta pahit yang mau tak mau mesti ia terima dengan lapang dada. "Sebelum ibu saya melihat saya bisa dakwah di panggung ini, qadarullah satu minggu sebelum saya karantina, mama saya meninggal dunia," ia bercerita dengan suara bergetar. 

Ustaz Cecep mengungkap bahwa persis saat malam harinya jatuh 7 hari kepergian sang bunda, keesokan harinya ia masuk karantina. 

Ibunda Menangis Saat Tahu Ustaz Cecep Lolos ke AKSI Indosiar

Ustaz Cecep juga mengenang momen saat mendiang mengetahui dirinya masuk AKSI 2026. 

"Beliau hanya menangis. Menangis bahagia mungkin, dan juga mungkin menangis karena sedih. Di saat saya bisa akan dakwah di Indosiar, tapi kondisi beliau sudah sangat memprihatinkan," ujarnya. 

Mengingat sang ibu adalah sosok yang selalu memotivasi dirinya, ada satu doa manis yang dilayangkan Ustaz Cecep. "Dan ini (masuk AKSI Indosiar) adalah salah satu cita-cita almarhumah ibu saya. Mudah-mudahan dakwah saya, pahalanya dilimpahkan untuk ibu saya," tuturnya, disambut ucapan aamiin oleh para hadirin di studio. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya