Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Februari Pukul 17.00 WIB di SCTV

Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Februari Pukul 17.00 WIB di SCTV.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 25 Februari 2026, 16:05 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 25 Februari mengisahkan,  Ares menatap wajah Danuel dengan sorot mata penuh pertimbangan. Suasana di antara mereka terasa serius, seolah keputusan yang akan diambil bukan perkara sepele. Danuel kemudian mengusulkan sebuah rencana agar Cassandra bisa dipertemukan dengan Mohan tanpa menimbulkan kecurigaan pihak lain.

Ares mengangguk pelan, tanda setuju, meski raut wajahnya masih menyimpan banyak pikiran. Danuel juga menyampaikan niatnya untuk menemui Rose dan Zen secara langsung, mungkin untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Sebelum berpisah, keduanya saling merangkul singkat dan menepuk bahu masing-masing, isyarat persahabatan sekaligus dukungan.

Di tempat lain, Harry dan Aqeela melangkah keluar dari rumah menuju halaman depan. Mereka berhenti di samping motor milik Harry. Aqeela mengingatkan dengan nada setengah bercanda agar Harry tidak lupa memberi kabar terbaru. Harry hanya membalas dengan senyum tipis dan berjanji akan memberi perkembangan secepatnya.

Aqeela tak ingin ketinggalan informasi sekecil apa pun. Setelah itu, ia kembali masuk ke dalam rumah. Di ruang tengah, Michael dan Mayang menyambutnya dengan senyuman penuh arti. Aqeela yang merasa ada sesuatu kemudian bertanya apakah mereka ingin membicarakan Harry. Namun Michael segera menepis dugaan itu, mengatakan bahwa topik pembicaraan mereka bukan tentang Harry.

Sementara itu, Diah masih duduk dengan perasaan tidak tenang. Wajahnya tampak gelisah, seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat. Tiba-tiba teleponnya berdering. Di seberang sana, Bu Anita menegurnya dengan nada tajam, mempertanyakan mengapa Diah membiarkan Zara dan Fattah menyandera Devon.

Mendengar tuduhan tersebut, Diah terkejut dan langsung merasa terpojok. Tanpa membuang waktu, ia mencoba mengonfirmasi hal itu kepada Zara. Dengan nada tegas, Zara menyatakan bahwa jika ingin menyelesaikan masalah, mereka bisa datang menjemput Devon langsung tanpa perantara siapa pun.

Di ruangan lain, Fattah, Zara, Raisa, dan Mohan duduk membentuk lingkaran kecil. Pembicaraan mereka berfokus pada Blade. Fattah mengulang kata-kata Blade yang terdengar penuh kekecewaan—bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar peduli padanya. Ucapan itu terasa menohok, apalagi ketika disadari bahwa sindiran tersebut mengarah pada Harry dan juga Kak Lena. Ketegangan pun semakin terasa, menandakan konflik yang belum akan usai dalam waktu dekat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya