25.000 Warga Kabupaten Cilacap Peringati HPSN 2026 dengan Aksi Bersih Sampah Jateng

Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) terlibat dalam Aksi Bersih Sampah Jateng Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 25 Februari 2026, 14:05 WIB
Aksi Bersih Jateng dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026). (Dok.Pemkab Cilacap)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mengikuti Aksi Bersih Sampah Jateng Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) pada Selasa, 24 Februari 2026.

Acara digelar di kawasan Titik Nol Cilacap, Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Alun-Alun Cilacap sebagai rangkaian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Selain di jalan, kegiatan serentak juga digelar di lingkungan perkantoran, kampus, sekolah, rumah sakit, kecamatan, desa, serta permukiman warga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap Achmad Nurlaeli mengatakan, aksi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri sekaligus memperkuat pengelolaan sampah di daerah.

"Aksi Bersih Sampah Jawa Tengah Asri 2026 mendukung gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Cilacap. Kami mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal serta transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan," ujar Achmad, dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Cilacap, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang aman, bersih, dan tertata sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, organisasi non pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, dan kelompok masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Peserta aksi terdiri dari unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, Basarnas, PMI, BUMN, BUMD, pelajar, mahasiswa, komunitas peduli sampah dan lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga relawan. 

Hadir pula Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono, beserta para kepala OPD.

Memanfaatkan Momentum Ramadan

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono membacakan sambutan dari Bupati Kabupaten Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Selasa (24/2/2026). (Dok.Pemkab Cilacap)

Sejalan, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono menegaskan perlunya kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. 

"Masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan kerja kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat," kata Sadmoko membacakan sambutan Bupati.

Ia menyoroti partisipasi ribuan peserta menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan telah tumbuh sebagai kesadaran bersama. 

"Momentum Ramadan justru dapat memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial," ucap Sadmoko.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat bersama-sama memanfaatkan momen ini sebagai bagian dari aksi jaga lingkungan dan kebersihan yang sesuai dengan ajaran agama.

Sadmoko juga menambahkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama yang harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Dorong Penerapan Reduce, Reuse, dan Recycle

Proses pengolahan sampa di TPS 3R Balak Banyuwangi (Istimewa)

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak membangun budaya hidup bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah, tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

Bupati juga mendorong penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle dimulai dari tingkat rumah tangga. 

"Jika setiap rumah tangga mampu mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, beban lingkungan akan berkurang signifikan dan Cilacap yang bersih, sehat, serta indah dapat terwujud," ujarnya.

Tidak hanya di Cilacap, kegiatan serupa yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan Gubernur Jawa Tengah ini juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota, dengan pusat kegiatan tingkat provinsi di Batang.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama Gubernur yang dilakukan secara daring bersama Bupati dan Wali Kota seluruh Jawa Tengah.

Pemerintah daerah juga diminta untuk memperkuat sinergi dengan terus berinovasi dalam menciptakan program yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.

Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya