Michael B Jordan dan Delroy Lindo Jadi Korban Aksi Rasisme di BAFTA, Pelaku Idap Sindrom Tourette

Bintang film Sinners Michael B Jordan dan Delroy Lindo jadi sasaran ujaran rasisme di BAFTA 2026. Pelakunya John Davidson yang mengidap Sindrom Tourette.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 25 Februari 2026, 13:00 WIB
Bintang film Sinners Michael B Jordan dan Delroy Lindo jadi sasaran ujaran rasisme di BAFTA 2026. Pelakunya John Davidson yang mengidap Sindrom Tourette. Phillip Faraone/Getty Images for FIJI Water/AFP Phillip Faraone / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Liputan6.com, Jakarta - Malam puncak BAFTA Awards 2026 sudah lewat. Namun, ajang penghargaan film tertinggi di Inggris ini menyisakan catatan buruk setelah dua bintang film Sinners, Michael B Jordan dan Delroy Lindo, jadi korban ujaran rasisme saat berada di atas panggung.

Michael B Jordan dan Delroy Lindo diteriaki N-word saat membacakan kategori Efek Visual Terbaik yang dimenangkan film Avatar: Fire and Ash. Usut punya usut pelakunya adalah produser eksekutif film I Swear, John Davidson, yang mengidap sindrom Tourette.

Variety pada Senin (23/2/2026) mengabarkan, Delroy Lindo mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saat insiden memalukan itu terjadi, ia dan Michael B Jordan berusaha profesional menjalankan tugas.

John Davidson yang didiagnosis menderita sindrom Tourette hadir memenuhi undangan setelah filmnya, I Swear meraih lima nominasi dan membawa pulang dua piala BAFTA kategori Penata Peran dan Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Robert Aramayo.

Dalam catatan Variety, bukan hanya Michael B Jordan dan Delroy Lindo yang jadi sasaran “tembak” John Davidson. Saat Ketua BAFTA Sara Putt berpidato, John Davidson berteriak, “Diamlah!” Begitu pula saat Boong menang Film Keluarga dan Anak-anak Terbaik.

Dua kretaor film Boong, Lakshmipriya Devi dan Ritesh Sidhwani, naik panggung untuk menyampaikan pidato kemenangan. Saat itulah, Jon Davidson dikabarkan meneriakkan F-word alias “Persetan denganmu!” Para tamu sempat terperenyak mendengar ujaran ini.

Situasi yang makin tak nyaman kemudian disadari pembawa acara BAFTA, Alan Cumming. Ia lalu berterima kasih kepada penonton atas pengertian setelah John Davidson beberapa kali meluapkan emosi di tengah acara, termasuk meneriakkan kata-kata rasisme.


Terima Kasih Atas Pengertian Anda

Delroy Lindo and Michael B. Jordan with FIJI Water at the 41st Annual Santa Barbara International Film Festival: Outstanding Performer Award honoring Michael B. Jordan at The Arlington Theatre on February 12, 2026 in Santa Barbara, California. Phillip Faraone/Getty Images for FIJI Water/AFP Phillip Faraone / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

“Anda mungkin memperhatikan beberapa kata-kata kasar di latar belakang,” kata Alan Cumming seraya menyinggung sindrom Tourette. “Terima kasih atas pengertian Anda dan telah membantu menciptakan ruang yang penuh rasa hormat bagi semua orang,” ia menyambung.

Alan Cumming menjelaskan, Sindrom Tourette adalah disabilitas. Tic (celotehan) yang terdengar pada malam puncak BAFTA 2026 bersifat tak disengaja. Artinya, orang yang memiliki Sindrom Tourette tak punya kendali atas bahasa mereka. Atas nama BAFTA, ia minta maaf jika ada yang tersinggung.

Lanjut Baca:

Akibatnya, BAFTA disorot akibat kata-kata rasis yang meluncur dari mulut John Davidson. BBC juga jadi omongan lantaran tidak menyunting hinaan rasial kala menggelar siaran tunda BAFTA Awards 2026. BBC kemudian minta maaf, begitu juga pihak BAFTA. “Pada acara BAFTA Film Awards semalam, para tamu kami mendengar bahasa yang sangat menyinggung, membawa trauma, dan rasa sakit tak tertandingi bagi banyak orang. Kami ingin mengakui kerugian yang ditimbulkan, menjelaskan yang terjadi, dan minta maaf ke semua pihak,” ungkap pihak BAFTA, lewat pernyataan tertulis yang diunggah di akun Instagram terverifikasi, dilihat Showbiz Liputan6.com, Rabu (25/2/2026) waktu Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya