Banjir dan Longsor Terjang Brasil, 30 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang

Petugas dan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari orang yang terjebak akibat banjir dan longsor di Brasil.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 25 Februari 2026, 13:04 WIB
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah tenggara Brasil sejak Senin 23 Februari 2026, telah memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 23 orang. Tampak dalam foto, tim penyelamat mencari korban di tengah reruntuhan setelah tanah longsor akibat hujan lebat di lingkungan Barrio Parque Jardim Burnier, Juiz de Fora, Negara Bagian Minas Gerais, Brasil, pada 24 Februari 2026. (Pablo PORCIUNCULA/AFP)

Liputan6.com, Brasilia - Hujan deras yang mengguyur wilayah tenggara Brasil memicu banjir dan tanah longsor besar di negara bagian Minas Gerais. Insiden ini menewaskan sedikitnya 30 orang dan membuat 39 lainnya masih hilang hingga Selasa (24/2/2026).

Tim penyelamat bekerja tanpa henti di kota Juiz de Fora dan Ubá, dua wilayah yang terdampak paling parah. Sungai meluap, jalanan berubah menjadi arus lumpur cokelat, dan sedikitnya 12 rumah di kawasan lereng bukit Juiz de Fora tersapu longsor besar. Lebih dari 200 orang berhasil diselamatkan sejauh ini.

Petugas pemadam kebakaran dibantu anjing pelacak dan alat berat untuk mencari korban yang tertimbun. Dalam satu operasi dramatis, seorang bocah berusia sekitar 10 tahun berhasil ditarik hidup-hidup setelah dua jam pencarian. Namun, harapan menemukan lebih banyak korban selamat kian menipis.

“Semakin lama waktu berlalu, semakin kecil peluang menemukan korban hidup,” ujar koordinator pertahanan sipil negara bagian.

Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menetapkan status darurat. Kota berpenduduk lebih dari 500.000 jiwa itu mencatat curah hujan Februari tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 584 mm. Sekitar 440 warga terpaksa mengungsi, sementara sekolah-sekolah diliburkan.

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan pemerintah memprioritaskan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dan dukungan rekonstruksi.

Brasil dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda cuaca ekstrem. Para ahli menilai meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana ini berkaitan erat dengan dampak krisis iklim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya