Cristian Chivu Ungkap Penyebab Inter Milan Gagal Lanjut di Liga Champions

Cristian Chivu mengakui kekecewaan Inter Milan usai kalah dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Chivu menilai timnya gagal tampil kompetitif musim ini.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 25 Februari 2026, 08:34 WIB
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Cristian Chivu memberikan penilaian jujur setelah Inter Milan kalah 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua play off Liga Champions. Hasil itu membuat Inter tersingkir dan gagal melaju ke babak 16 besar.

Pertandingan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen mencetak gol kemenangan tim tamu, sedangkan Alessandro Bastoni mencetak gol balasan.

Kemenangan tersebut membawa Bodo/Glimt mencatat sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang lolos dari fase gugur Liga Champions sejak 1987. Inter untuk pertama kalinya gagal mencapai babak 16 besar sejak musim 2020/2021.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Inter yang sebelumnya beberapa kali tampil kuat di Eropa. Meski berpeluang meraih Scudetto, tim asuhan Cristian Chivu tidak mampu memenuhi ekspektasi di kompetisi Liga Champions.


Inter Sudah Berusaha Maksimal

Kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt membuat Inter Milan tersingkir dari Liga Champions 2025-2026. Tampak dalam foto, reaksi pemain Inter Milan, Marcus Thuram (kiri) dan Alessandro Bastoni selama pertandingan babak playoff Liga Champions 2025-2026 melawan Bodo/Glimt di stadion San Siro, Italia, Selasa 24 Februari 2026 waktu setempat atau Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Inter berusaha menekan sepanjang pertandingan menghadapi pertahanan rapat Bodo/Glimt. Namun upaya tuan rumah tidak mampu menembus organisasi permainan lawan.

Pada babak kedua, Inter mulai kehilangan kendali permainan. Tim tamu mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif hingga memastikan kemenangan.

"Kami mencoba segala cara melawan tim yang terorganisasi dengan baik dalam blok rendah, dengan sepuluh pemain berada di belakang bola. Kami tidak bisa membongkar pertahanan mereka dan mereka menemukan kenyamanan secara mental," ujar Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia.

"Saya tidak punya sesuatu yang bisa disalahkan kepada para pemain. Mereka memberikan segalanya dengan energi yang mereka miliki, meski lawan memiliki lebih banyak energi terutama di babak kedua. Kami melakukan yang terbaik dan mencoba membuka permainan sejak babak pertama. Pada babak kedua mereka menciptakan peluang dan mencetak dua gol."


Kekecewaan Inter Usai Tersingkir

Nerazzurri sempat menipiskan skor menjadi 1-2 melalui gol Alessandro Batoni pada menit ke-76. (AFP/Piero Cruciatti)

Kekalahan di kandang sendiri meninggalkan rasa kecewa besar bagi Inter. Tim tuan rumah merasa sudah berusaha keras, tetapi tidak mampu mengimbangi energi lawan terutama setelah jeda pertandingan.

Chivu menilai lawan tampil disiplin dan mampu menjalankan rencana permainan dengan baik. Menurutnya, Bodo Glimt layak melangkah lebih jauh karena menunjukkan determinasi sepanjang laga.

Lanjut Baca:

"Ada banyak kekecewaan karena kami mencoba melaju tetapi mereka memiliki lebih banyak energi," ucap Chivu. "Bodo adalah tim yang terorganisasi yang datang ke sini untuk melakukan tugas mereka dengan penuh determinasi. Kami harus memberi selamat kepada mereka karena pantas lolos," beber Chivu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya