Real Madrid vs Benfica: Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius, Enggan Bicarakan Mourinho

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa isu rasisme yang menyeret nama Vinicius Junior harus menjadi momentum bagi sepak bola Eropa untuk mengambil

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 24 Februari 2026, 22:54 WIB
Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memilih fokus pada pertandingan ketimbang polemik yang mengiringi laga kontra Benfica. Ia menegaskan bahwa isu rasisme yang menyeret nama Vinicius Junior harus menjadi momentum bagi sepak bola Eropa untuk mengambil sikap tegas.

Ketegangan memang terasa menjelang pertemuan kedua di Liga Champions. Situasi memanas setelah gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius pada leg pertama di Lisbon.

Badan sepak bola Eropa, UEFA, telah menjatuhkan sanksi skorsing satu pertandingan kepada Prestianni sambil menunggu hasil investigasi lanjutan. Artinya, sang pemain dipastikan absen di Santiago Bernabeu, meski Benfica telah mengajukan banding.


Kesempatan Tegas Melawan Rasisme

Vinicius Junior dan Alvaro Arbeloa berpelukan dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Arbeloa menegaskan bahwa ruang ganti Madrid tidak membahas panjang lebar soal hukuman tersebut. Namun, ia melihat momen ini sebagai peluang penting bagi UEFA untuk menunjukkan komitmennya dalam memerangi rasisme.

“Kami punya kesempatan untuk memberikan pukulan telak terhadap rasisme. UEFA selalu menggaungkan perjuangan ini dan sekarang punya peluang untuk membuat dampak besar,” tegasnya.

Bagi Arbeloa, apa pun yang terjadi di lapangan tidak pernah bisa menjadi pembenaran atas tindakan diskriminatif. Ia mengulang sikapnya yang sudah disampaikan sejak pekan lalu: tidak ada alasan yang membenarkan rasisme.


Vinicius, Pemimpin di Tengah Tekanan

Pelatih sementara Real Madrid, Alvaro Arbeloa mematok target tinggi bagi timnya jelang laga menghadapi Benfica dini hari nanti. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Eduardo Camavinga (kedua kana ) memberi isyarat saat sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. (FILIPE AMORIM/AFP)

Di tengah sorotan, Vinicius Junior justru menunjukkan respons positif. Arbeloa memuji karakter dan mentalitas pemain asal Brasil tersebut, yang dinilai tetap fokus dan termotivasi menghadapi laga besar.

“Dia sangat termotivasi untuk pertandingan seperti ini. Sejak saya datang, performanya luar biasa dan benar-benar membuat perbedaan. Kami ingin memberinya ruang untuk menunjukkan seluruh potensinya,” ujar Arbeloa.

Lebih jauh, ia menilai Vinicius sebagai sosok pemimpin di lapangan. Keberanian dan karakter kuatnya disebut menjadi kunci dalam menghadapi tekanan, termasuk ketika menjadi target tindakan tidak terpuji.

“Dia selalu bertindak dengan berani. Dalam situasi seperti itu, saya sendiri tidak tahu bagaimana saya akan bereaksi. Tapi dia selalu menunjukkan bahwa dia seorang petarung,” tambahnya.


Enggan Kritik Mourinho

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir pertandingan Liga Champions Benfica melawan mantan klubnya, Real Madrid, setelah melancarkan amarah di area pinggir lapangan. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Situasi semakin menarik karena komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang mempertanyakan selebrasi Vinicius di Lisbon saat ditanya soal dugaan insiden rasisme tersebut. Pernyataan itu menuai respons dari kiper Madrid, Thibaut Courtois, yang mengaku kecewa.

Lanjut Baca:

Namun Arbeloa memilih jalur diplomatis. Ia menolak terseret dalam polemik dengan mantan pelatihnya tersebut. “Saya tetap pada pendirian saya. Vini mencetak gol yang indah dan fantastis. Tidak ada yang ia lakukan yang bisa membenarkan tindakan rasisme. Itu yang terpenting,” tegas Arbeloa. Ia juga tak mempermasalahkan absennya Mourinho di bangku cadangan akibat sanksi. Menurutnya, itu bukan hal baru dalam karier sang pelatih dan tak akan banyak memengaruhi performa Benfica.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya