Pemprov Sebut Anjungan Jakarta di TMII Bakal Direvitalisasi, Anggaran Tembus Rp 50 Miliar

Pemprov DKI Jakarta bakal merevitalisasi Anjungan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan menelan anggaran mencapai Rp 50 Miliar.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 24 Februari 2026, 14:35 WIB
Anjungan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal merevitalisasi Anjungan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Revitalisasi anjungan tersebut sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta.

"Sedangkan untuk Anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi," ujar Pramono usai rapat terbatas di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pramono menyebut total anggaran revitalisasi anjungan mencapai Rp 50 Miliar yang bersumber dari dana Kompensasi Lantai Bangunan (KLB), tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dia mengatakan Pemprov DKI telah menyetujui alokasi awal anggaran revitalisasi anjungan sebesar Rp 25 Miliar pada tahap pertama revitalisasi.

"Menggunakan dana KLB (Kompensasi Lantai Bangunan). Nilainya adalah alokasi yang pertama Rp 25 Miliar," terang Pramono.

Ia menjelaskan, pendanaan revitalisasi akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan nominal yang hampir sama, sehingga total anggaran revitalisasi mencapai sekitar Rp 50 Miliar.

"Nanti tahun depan berikutnya akan diberikan alokasi kurang lebih angka yang sama Rp25 miliar. Semuanya adalah dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," jelas Pramono.

 

Pramono Anung Ungkap Alasan Datangkan Ribuan Sapi Australia ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal penolakan warga terkait pembangunan dua krematorium di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia untuk menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Hingga saat ini, sekitar 3.100 ekor sapi telah tiba di Jakarta melalui badan usaha milik daerah (BUMD) Dharma Jaya.

"Dengan adanya sapi dari Australia ini saya meyakini bahwa kebutuhan daging terutama untuk di Jakarta mudah-mudahan betul-betul bisa terjaga untuk tidak naik harganya seperti yang selalu kita lakukan untuk menjaga supaya tidak terjadi inflasi," kata Gubernur Jakarta Pramono Anung di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan inflasi Jakarta setiap tahun umumnya dipicu lonjakan harga pangan saat Ramadan, terutama daging, cabai, dan beras. Oleh sebab itu, Pemprov DKI memilih menambah pasokan daging sejak awal.

"Faktor inflasi di Jakarta yang utama adalah menyambut Idul Fitri, Ramadan, biasanya daging, cabai, beras. Tapi alhamdulillah tiga yang utama ini mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," ungkap Pramono.

 

Belum Mencukupi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Winda Nelfira/Liputan6.com)

Pramono menyebut impor langsung sapi dari Australia ke Jakarta ini baru kembali dilakukan setelah 28 tahun. Menurut Pramono, langkah tersebut menjadi tanda meningkatnya kepercayaan internasional kepada Jakarta.

"Kenapa ini sekarang dilakukan setelah 28 tahun? Karena memang selama ini mungkin kita belum dipercaya, tetapi sekarang kita sudah dipercaya untuk bisa mengimpor langsung sapi dari Australia," ucap Pramono.

Selain itu, kerja sama antarwilayah melalui skema sister city antara Jakarta dan sejumlah kota di Australia disebut turut membuka peluang impor tersebut.

Pramono menyatakan pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan pasokan sapi dari daerah dalam negeri, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan konsumsi Jakarta.

"Sebenarnya pemerintah pusat pada waktu itu sudah menyiapkan untuk sapi ini bisa dari NTT juga. Tapi kenyataannya memang masih kurang. Sehingga dengan masih kurang itu, harus impor dari luar. Kalau nggak, harganya pasti akan naik tinggi," katanya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga memastikan kondisi kesehatan ternak impor asal Australia itu aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Kondisi seluruh sapi yang sudah masuk dilaporkan tidak terindikasi penyakit apapun.

"Penyakit mulut dan kuku enggak ada sehingga dengan demikian yang sudah datang di Jakarta nanti dari 7.500 tidak ada satu pun yang terindikasi sakit," kata Pramono.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya