7 Amalan Sunnah Sebelum Salat Idulfitri, Raih Pahala Berlimpah di Hari Kemenangan

Simak beberapa amalan sunnah sebelum salat Idulfitri untuk raih pahala maksimal di hari yang suci dan penuh berkah.

oleh Fardi RizalDiterbitkan 20 Maret 2026, 00:02 WIB
Ilustrasi Idulfitri, Idulfitri, Lebaran, pasangan muslim, Islami. (Image by freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idulfitri merupakan momen kemenangan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kini saatnya merayakan hari yang fitri dengan penuh rasa syukur. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut pagi hari yang penuh berkah ini agar ibadah terasa lebih sempurna dan khidmat.

Selain melaksanakan salat Id secara berjamaah, terdapat pula berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Mengamalkan sunnah ini bukan hanya sekadar mengikuti tradisi, melainkan juga bentuk ketaatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Setiap langkah kecil yang kita ambil sebelum menuju lapangan atau masjid memiliki nilai ibadah tersendiri di mata Allah.

Melaksanakan anjuran Nabi Muhammad SAW akan membuat suasana Lebaran terasa jauh lebih bermakna dan memberikan kedamaian di hati. Persiapan yang matang sejak dari rumah akan membantu kita menjaga fokus dan kekhusyukan selama menjalankan rangkaian ibadah tersebut. Penting bagi kita untuk memahami apa saja hal-hal yang sebaiknya dilakukan sebelum kaki melangkah keluar rumah pagi itu.

Berikut adalah pembahasan secara mendalam mengenai tujuh amalan sunnah yang dapat Anda praktikkan sebelum memulai salat Idulfitri, yang diringkas oleh Liputan6.com dari bebragai sumber.

1. Mandi Sebelum Berangkat

Mandi Wajib atau Mandi Junub dengan keramas sebelum beribadah puasa Ramadhan. (Heleno Kaizer/Unsplash)

Mandi adalah langkah awal yang paling utama dilakukan bagi setiap umat Muslim yang akan melaksanakan salat Id. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan seluruh anggota tubuh dari segala kotoran yang menempel setelah terbangun dari tidur. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mandi dengan niat yang tulus agar kondisi badan segar saat menghadap kepada Sang Pencipta.

Kesegaran tubuh setelah mandi akan memberikan dampak positif bagi konsentrasi kita saat mengikuti rangkaian prosesi ibadah Idulfitri. Anda sebaiknya menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki sesuai dengan tata cara. Mandi sunnah ini menjadi simbol penyucian diri sebelum kita benar-benar kembali ke fitrah setelah satu bulan lamanya berpuasa.

Mandi pagi sebelum berangkat juga berfungsi untuk menjaga aroma tubuh agar tetap harum saat berada di tengah kerumunan jemaah. Hal ini sangat penting karena kita akan berinteraksi dengan banyak orang di masjid atau di lapangan terbuka yang luas. Pastikan Anda sudah menyelesaikan proses mandi ini sebelum waktu salat Idulfitri dimulai agar tidak terburu-buru meninggalkan rumah.

 

2. Memakai Pakaian Terbaik

Baju Koko untuk Lebaran 2026 (Foto: Gemini AI)

Pilih pakaian terbaik yang Anda miliki untuk merayakan hari kemenangan ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Mengenakan busana yang rapi dan bersih akan menambah rasa percaya diri serta memberikan aura yang positif bagi orang lain. Rasulullah selalu memberikan teladan untuk tampil dengan penampilan yang paling maksimal saat menyambut hari raya yang sangat mulia.

Disebutkan dalam riwayat Jabir bin Abdillah ra, “Rasulullah SAW mempunyai jubah sangat bagus yang selalu beliau pakai pada dua hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibnu Abdil Bar dan Ibnu Khuzaimah).

Pakaian yang digunakan tidak harus selalu baru namun yang paling utama adalah aspek kebersihan dan kesucian dari najis apa pun. Anda bisa memilih warna yang cerah atau baju favorit yang membuat perasaan Anda menjadi lebih bahagia di hari raya. Berpakaian indah merupakan cermin dari kebahagiaan hati karena telah berhasil melewati ujian besar selama bulan suci Ramadhan kemarin.

Tampilkanlah citra diri yang sopan dan santun melalui pemilihan model pakaian yang tetap mengikuti kaidah syariat agama Islam kita. Kebiasaan ini telah dilakukan oleh para sahabat Nabi sejak zaman dahulu sebagai penghormatan terhadap hari besar yang penuh kemuliaan. Dengan memakai pakaian terbaik maka kita telah menghargai momen istimewa yang hanya datang satu kali dalam setahun bagi umat.

 

 

3. Menggunakan Wangi-wangian

Ilustrasi penyemprotan parfum (sumber foto: pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bagi kaum laki-laki sangat disunnahkan untuk memakai parfum atau minyak wangi yang memiliki aroma harum sebelum menuju tempat salat. Aroma yang segar akan memberikan kenyamanan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang duduk berdekatan saat salat berlangsung. Gunakanlah minyak wangi secukupnya saja agar tidak mengganggu fokus jemaah lain dengan bau yang terlalu menyengat di hidung mereka.

Wangi-wangian merupakan bagian dari kebersihan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan juga menjadi salah satu kegemaran Rasulullah SAW. Anda bisa memilih aroma yang paling disukai asalkan tetap memberikan kesan yang elegan dan tidak berlebihan saat digunakan tersebut. Amalan ini akan menambah kekhusyukan suasana hari raya serta mempererat jalinan ukhuwah antar sesama muslim yang sedang berkumpul bersama.

Perlu diingat bahwa penggunaan wangi-wangian yang berlebihan bagi wanita sebaiknya dihindari saat hendak pergi ke masjid atau lapangan terbuka. Wanita cukup membersihkan diri dan memastikan tidak ada bau badan yang mengganggu tanpa harus menggunakan parfum yang terlalu kuat aromanya. Kesederhanaan dalam berpenampilan bagi wanita tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan demi menjaga kehormatan di depan umum.

 

4. Makan Sebelum Salat Id

Ilustrasi Perempuan Berbagi Makanan saat Berbuka Puasa Credit: Freepik.com

Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah menyantap sedikit makanan atau kurma sebelum berangkat melaksanakan ibadah salat Idulfitri. Hal ini dilakukan sebagai tanda yang nyata bahwa kita sudah tidak lagi menjalankan ibadah puasa wajib di hari tersebut. Rasulullah biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah yang ganjil sebelum beliau melangkahkan kaki menuju ke lapangan salat.

sebagaimana yang ada di dalam hadist riwayat sebagai berikut: ”Murajja bin Raja berkata kepadaku ‘Ubaidullah, katanya: berkata kepadaku Anas, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ”Beliau memakannya berjumlah ganjil.” (HR. Bukhari)

Tindakan ini juga bertujuan untuk memberikan energi tambahan bagi tubuh agar tetap bertenaga saat mendengarkan khutbah Idulfitri yang panjang. Anda tidak perlu makan dalam porsi yang besar cukup sekadar membatalkan puasa dengan air putih atau makanan kecil lainnya. Dengan makan terlebih dahulu kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat berbuka yang diberikan oleh Allah SWT setelah berjuang penuh.

Melakukan sunnah ini akan membedakan perayaan Idulfitri dengan perayaan Idul Adha yang justru disunnahkan untuk makan setelah salat selesai. Pastikan seluruh anggota keluarga juga diajak untuk makan bersama sejenak sebelum bersama-sama menuju ke tempat pelaksanaan salat berjamaah dilaksanakan. Kebiasaan kecil ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam tentang ketaatan kita terhadap waktu-waktu yang telah ditetapkan oleh agama.

 

5. Mengumandangkan Takbir

Ilustrasi Membaca Al Qur’an Credit: freepik.com

Kumandang takbir merupakan ciri khas yang paling utama dari perayaan hari raya Idulfitri bagi seluruh umat Muslim di dunia. Disunnahkan bagi kita untuk terus membaca takbir sejak keluar dari rumah hingga tiba di tempat pelaksanaan salat Idulfitri. Kalimat takbir yang agung ini menjadi ungkapan rasa kemenangan dan kebesaran Allah SWT yang telah membimbing kita selama ini.

Suara takbir yang menggema di setiap sudut jalan akan menciptakan suasana haru dan bahagia bagi siapa saja yang mendengarnya saat itu. Bacalah takbir dengan penuh penghayatan agar makna dari setiap kata yang diucapkan dapat meresap ke dalam lubuk hati yang paling dalam. Amalan ini adalah cara terbaik untuk mengagungkan nama Allah di hari yang suci ini setelah sebulan penuh kita beribadah.

Takbir juga berfungsi untuk menyatukan hati setiap orang yang beriman dalam satu semangat kemenangan yang sama di hari yang fitri. Jangan biarkan lisan kita berhenti berdzikir selama perjalanan menuju tempat salat karena setiap ucapan tersebut akan menjadi catatan pahala. Semakin banyak kita bertakbir maka semakin kuat pula rasa syukur yang terpancar dari dalam jiwa kita sebagai seorang hamba.

 

6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat

Rutinitas berjalan kaki dapat membantu membakar lemak berlebih dan meningkatkan kesehatan pada tubuh (Foto/dok: Freepik/Schantalao)

Rasulullah SAW memberikan teladan kepada kita semua untuk lebih memilih berjalan kaki saat menuju ke tempat pelaksanaan salat Idulfitri. Berjalan kaki memberikan kesempatan bagi kita untuk lebih banyak bertemu dan bertegur sapa dengan tetangga yang juga akan berangkat salat. Setiap langkah yang kita ayunkan menuju tempat ibadah akan dihitung sebagai kebaikan dan penghapus dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan.

Jika jarak rumah dengan lokasi salat masih terjangkau maka usahakanlah untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor demi mengejar keutamaan sunnah ini. Suasana pagi hari yang sejuk akan terasa sangat menyegarkan bagi tubuh kita sambil menikmati indahnya pemandangan lingkungan sekitar tempat tinggal. Berjalan kaki juga merupakan bentuk kerendahan hati kita sebagai hamba yang sedang menuju ke rumah Allah untuk bersujud bersama.

Namun bagi mereka yang memiliki kendala fisik atau jarak yang sangat jauh maka menggunakan kendaraan tetap diperbolehkan dalam syariat agama. Hal yang paling penting adalah niat kita untuk meramaikan syiar Islam di hari raya dengan penuh semangat dan rasa bahagia. Dengan berjalan kaki kita juga bisa lebih leluasa membagikan senyum dan salam kepada setiap orang yang kita jumpai di jalan.

 

7. Melewati Jalan yang Berbeda

Sunnah terakhir yang tidak kalah penting adalah menggunakan rute jalan yang berbeda saat berangkat dan saat pulang dari tempat salat. Praktik ini sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar lebih banyak orang yang bisa kita temui dan sapa. Melewati jalan yang berbeda juga memberikan kesempatan bagi kita untuk menebarkan kedamaian di rute yang belum sempat kita lalui sebelumnya.

“Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya).” (HR. Bukhari)

Secara simbolis amalan ini menunjukkan bahwa Islam hadir untuk membawa keberkahan di setiap sudut bumi dan bagi seluruh lapisan masyarakat luas. Anda akan merasakan pengalaman yang berbeda ketika melihat wajah-wajah baru yang penuh dengan keceriaan dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Keragaman rute perjalanan ini juga memperluas jalinan silaturahmi yang mungkin selama ini sempat terputus karena kesibukan aktivitas sehari-hari kita semua.

Cobalah untuk tetap konsisten menjalankan sunnah ini meskipun mungkin jarak yang ditempuh saat pulang menjadi sedikit lebih jauh dari biasanya. Setiap tanah yang kita pijak saat pergi maupun pulang akan menjadi saksi atas ibadah yang kita lakukan di hari raya. Jadikan momen ini sebagai ajang untuk saling memaafkan dengan siapa pun yang kita temui di sepanjang perjalanan menuju rumah kembali.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik untuk mandi sunnah Idulfitri?

Waktu terbaik adalah sesudah waktu fajar atau subuh sebelum Anda berangkat menuju tempat salat Id.

Apakah boleh makan makanan selain kurma sebelum salat Id?

Boleh, namun disunnahkan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebagai bentuk mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.

Haruskah pakaian yang dikenakan saat Idulfitri adalah baju baru?

Tidak harus baru, yang paling penting adalah pakaian tersebut bersih, suci, dan merupakan pakaian terbaik yang Anda miliki.

Mengapa disunnahkan melewati jalan yang berbeda saat pulang salat?

Tujuannya adalah untuk memperbanyak silaturahmi dengan bertemu lebih banyak orang dan menebarkan salam di rute yang berbeda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya