Liputan6.com, Jakarta - Laga AC Milan vs Parma di San Siro berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 yang memutus rekor tak terkalahkan Rossoneri di Liga Italia. Hasil ini menjadi pukulan karena terjadi di kandang sendiri dan diwarnai kontroversi keputusan VAR.
Milan menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang yang jauh lebih banyak. Akan tetapi, efektivitas menjadi persoalan utama karena tak satu pun peluang mampu dikonversi menjadi gol.
Advertisement
Gol kemenangan Parma lahir dari sundulan Mariano Troilo pada menit-menit akhir setelah tinjauan VAR. Namun, keputusan tersebut memicu kekecewaan publik San Siro yang merasa timnya kembali kehilangan poin penting di rumah sendiri.
Masalah Milan di Kandang
Statistik menunjukkan Milan meraih 25 poin dari 13 laga kandang musim ini, lebih rendah dibanding 29 poin dari jumlah pertandingan tandang yang sama. Perbedaan ini menegaskan bahwa San Siro justru belum menjadi tempat paling aman bagi mereka.
Dua kekalahan Milan di Serie A musim ini seluruhnya terjadi di kandang, yakni melawan Cremonese dan Parma. Fakta tersebut memperkuat gambaran bahwa tekanan bermain di depan pendukung sendiri belum sepenuhnya terkelola.
Dalam pertandingan terbaru, Milan mencatat 25 tembakan berbanding sembilan milik lawan serta unggul dalam peluang besar. Akan tetapi, dominasi angka tidak memberi arti tanpa penyelesaian akhir yang tajam.
Rafael Leao sempat mengenai tiang gawang dalam peluang paling simbolis dari kegagalan tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa detail kecil bisa mengubah arah pertandingan secara drastis.
Kekalahan ini juga menjadi laga kedua tanpa gol bagi Milan dalam 26 pertandingan liga terakhir. Sebelumnya, mereka hanya gagal mencetak gol saat bermain imbang 0-0 melawan Juventus pada awal Oktober.
Performa lini depan yang buntu membuat fokus tim kini bergeser dari perburuan gelar menuju target realistis. Milan harus menjaga posisi di papan atas demi mengamankan tiket Liga Champions.
Kebetulan Aneh yang Terulang saat Lawan Parma
Sejarah kembali mencatat Parma sebagai tim yang menghentikan rekor panjang Milan seperti yang terjadi pada 1993. Saat itu, rekor 58 laga tanpa kekalahan juga berakhir oleh klub asal Emilia tersebut.