Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di NTB Usai Diguyur Hujan Deras 2 Hari Terakhir

Banjir melanda sejumlah wilayah di NTB usai hujan deras dalam dua hari terakhir mengguyur daerah tersebut.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 23 Februari 2026, 15:13 WIB
Salah satu rumah penduduk di Kabupaten Bima NTB yang terdampak banjir usai hujan dua hari mengguyur wilayah itu. (Liputan6.com/ Dok BNPB)

 

Liputan6.com, Jakarta - Banjir merendam sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), usai hujan deras mengguyur daerah itu dalam dua hari terakhir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin (23/2/2026) mengatakan, banjir melanda beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (22/2/2026) kemarin.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat, banjir pada pukul 14.00 Wita itu menyebabkan 182 Kepala Keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak. Namun tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Abdul menyampaikan, saat ini tim petugas gabungan masih melakukan pendataan dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bahaya banjir susulan.

Sehari sebelumnya pada Sabtu (21/2/2026) banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu genangan yang berdampak pada 241 KK atau 845 jiwa, serta menyebabkan satu keluarga mengungsi sementara.

BPBD Kabupaten Bima mencatat kerugian material berupa satu unit rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar, yang turut terkena dampak banjir.

Pada Minggu malam (22/2/2026), genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tercatat setinggi 10-70 centimeter, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya