ETF Bitcoin Spot Alami Arus Dana Keluar Selama 5 Minggu

Berdasarkan data SoSoValue, tercatat arus dana keluar dari ETF bitcoin spot Amerika Serikat selama lima minggu.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Februari 2026, 19:24 WIB
Exchange Traded Fund (ETF) bitcoin spot Amerika Serikat (AS0 mencatatkan arus keluar bersih(Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Exchange Traded Fund (ETF) bitcoin spot Amerika Serikat (AS0 mencatatkan arus keluar bersih selama lima minggu berturut-turut. Ini sebuah tren yang belum pernah terjadi sejak aksi jual besar-besaran akibat guncangan tarif pada awal 2025. Aksi jual itu seiring selera institusional terhadap dana tersebut terus menurun seiring penurunan pasar kripto secara luas.

Mengutip the block, Minggu (22/2/2026), arus keluar dari 12 ETF bitcoin mencapai USD 316 juta atau Rp 5,32 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860) hingga 20 Februari 2026, berdasarkan data SoSoValue.

Pada tiga sesi pertama pekan itu semua negative dengan arus keluar USD 105 juta pada Selasa. Kemudian berlanjut pada Rabu dengan nilai USD 133 juta dan Kamis mencapai USD 166 juta.

Pada Jumat memberikan sedikit perbaikan, dengan USD 88 juta mengalir kembali ke produk tersebut, dipimpin oleh IBIT BlackRock sebesar USD 64,5 juta dan FBTC Fidelity sebesar USD 23,6 juta. Namun, peningkatan di akhir pekan tidak cukup untuk mengimbangi penjualan sebelumnya, sehingga dana tersebut tetap merugi untuk minggu kelima berturut-turut.

Rentetan arus keluar selama lima minggu, yang dimulai pada minggu 20 Januari, kini telah menghapus sekitar USD 3,8 miliar dari ETF bitcoin. Terakhir kali dana tersebut mengalami tren kerugian yang sebanding adalah pada Februari dan Maret tahun lalu, ketika lima minggu berturut-turut penarikan dana dengan total sekitar USD 5,4 miliar bertepatan dengan pengumuman tarif mengejutkan Presiden Donald Trump dan penurunan tajam aset berisiko.

Adapun dua minggu dengan arus keluar terberat terjadi pada akhir Januari, ketika dana tersebut kehilangan USD 1,33 miliar dan USD 1,49 miliar dalam dua minggu berturut-turut. Tiga minggu terakhir lebih moderat, masing-masing dalam kisaran USD 316-USD 360 juta.

 

 

Arus Dana Masuk

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Terlepas dari arus keluar yang terus-menerus, jejak struktural dana tersebut tetap besar. Total arus masuk bersih kumulatif sejak produk diluncurkan pada Januari 2024 mencapai sekitar USD 54 miliar, dan total aset bersih berada di USD 85,3 miliar, menurut SoSoValue.

Arus keluar yang berkelanjutan terjadi ketika bitcoin diperdagangkan sekitar USD 68.600, turun lebih dari 20% year-to-date, menurut The Block. Penurunan ini telah membuat bitcoin berada di bawah apa yang diidentifikasi Glassnode sebagai "Rata-rata Pasar Sejati" di dekat USD 9.000, level yang digambarkan oleh perusahaan analitik on-chain minggu ini sebagai garis pemisah antara fase ekspansi dan kompresi.

"Para bull akan ingin melihat [harga BTC USD 65.000] bertahan sebagai batas bawah," kata Kepala Makro 21shares, Stephen Coltman, menanggapi rilis data inflasi Desember.

"Sebaliknya, pergerakan berkelanjutan di atas 70k akan menunjukkan bahwa penjualan baru-baru ini mungkin telah mencapai titik jenuhnya."

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya