Liputan6.com, Nabire - Penyerangan dan pembakaran pos penjagaan PT Kristalin Ekalestari di Bendungan Kali Musairo SP1 Lagari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Advertisement
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan, penyerangan terhadap pos pengaman perusahaan itu dilakukan KKB pimpinan Aibon Kogoya.
"Dua orang meninggal dalam insiden tersebut namun saat ini masih menunggu hasil identifikasi yang dilakukan di RSUD Nabire akibat jasadnya sudah tidak utuh lagi," kata AKBP Samuel Tatiratu.
Terkait insiden itu, Deputi Direktur PT Kristalin Ekalestari Teguh Arief Herlambang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026) mengatakan, pihaknya menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan masih menunggu masih menunggu update dari pemangku kepentingan terkait situasi terkini di sana.
Teguh menjelaskan, dari laporan tim internal terungkap kejadian yang terjadi Sabtu, (21/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIT hingga pukul 15.00 WIT.
Pos yang terbakar itu merupakan Pos Kamtibmas yang berbatas dengan akses menuju perusahaan.
"Kami menegaskan lokasi kejadian di luar wilayah area perusahaan," kata Teguh seraya menambahkan pos kamtibmas yang dibangun untuk membantu keamanan dan dijaga aparat yang bertugas di kawasan itu.
Tim internal perusahaan masih menunggu hasil penyelidikan tim pemadam kebakaran, penyelidikan kepolisian dan pengamanan dari TNI.
"Kami mengapresiasi gerak cepat pihak terkait atas insiden tersebut dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi insiden serta tidak terprovokasi informasi liar yang belum jelas kebenarannya," harap Teguh.
Ditambahkan, perusahaan menegaskan tidak ada konflik di wilayah tersebut, dan dari keterangan tim internal terungkap pos penjagaan disebut dalam kondisi sepi saat kejadian berlangsung.
"PT Kristalin Ekalestari juga turut berbela sungkawa menimpa sejumlah korban jiwa dan menyayangkan insiden tersebut dan mendukung aparat dalam menciptakan keamanan yang kondusif," kata Teguh Arief Herlambang.