Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba sepanjang 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/2/2026), pendapatan bersih naik 31,35% menjadi Rp 28,65 triliun pada 2025. Pada 2024, pendapatan perseroan Rp 21,81 triliun.
Advertisement
Sementara itu, beban pkok pendapatan naik 30,03% menjadi Rp 24,03 triliun dari 2024 sebesar Rp 18,47 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 38,63% menjadi Rp 4,63 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,34 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 45,03% menjadi Rp 1,68 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,16 triliun. Beban penjualan naik 41,7% menjadi Rp 529,10 miliar dari 2024 sebesar Rp 520,19 miliar. Biaya pendanaan turun 47,3% menjadi Rp 139,25 miliar dari 2024 sebesar Rp 264,68 miliar.
Perseroan mencatat keuntungan kurs Rp 44,16 miliar 2025 dari 2024 rugi Rp 8,4 miliar. Penghasilan bunga bertambah 32,2% menjadi Rp 279,79 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 211,49 miliar.
Seiring hal itu laba sebelum pajak penghasilan bertambah 30,43% dari Rp 1,70 triliun menjadi Rp 2,22 triliun. Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melompat 28,24% menjadi Rp 1,47 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,14 triliun. Seiring hal itu, laba per saham dasar naik menjadi Rp 764,65 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 596,22 miliar.
Ekuitas perseroan naik tipis 4,1% menjadi Rp 24,15 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 23,20 triliun. Liabilitas terpangkas 48,32% menjadi Rp 2,88 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,59 triliun. Aset perseroan turun 6,06% menjadi Rp 27,04 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 28,79 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,75 triliun pada 2025.
Tebar Dividen Interim
Sebelumnya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 123 per saham. Keputusan tersebut ditetapkan melalui sirkuler direksi yang telah mendapat persetujuan dewan komisaris dan berlaku efektif sejak 22 September 2025.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/9/2025), manajemen perseroan menyampaikan bahwa dividen interim akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB. Adapun jadwal pembagian dividen ditetapkan sebagai berikut:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Oktober 2025
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Oktober 2025
- Cum dividen di pasar tunai: 6 Oktober 2025
- Ex dividen di pasar tunai: 7 Oktober 2025
- Tanggal pencatatan DPS: 6 Oktober 2025
- Pembayaran dividen interim: 24 Oktober 2025
Pembagian Dividen
Pembagian dividen akan dilakukan melalui transfer bank bagi pemegang saham yang masih memegang saham dalam bentuk fisik dan telah mendaftarkan rekening bank ke Biro Administrasi Efek, PT Raya Saham Registra.
Sementara itu, bagi pemegang saham yang tercatat dalam penitipan kolektif di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pembagian dividen akan dilakukan melalui KSEI dan diteruskan kepada pemegang rekening efek terkait.
Perseroan menegaskan dividen yang dibagikan akan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi wajib pajak dalam negeri yang belum menyampaikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada KSEI atau Registra hingga batas waktu 6 Oktober 2025, akan dikenakan tarif lebih tinggi sesuai peraturan perpajakan.
Sedangkan wajib pajak luar negeri yang berasal dari negara dengan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) dengan Indonesia dapat memanfaatkan tarif pajak sesuai P3B apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.