Juventus Kalah dari Como karena Overthinking dan Tidak Yakin dengan Diri Sendiri?

Luciano Spalletti menilai Juventus terlalu overthinking dan itu membuat mereka sulit fokus di atas lapangan.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 22 Februari 2026, 12:07 WIB
Para pemain Juventus meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Juventus, Luciano Spalletti mencoba menjelaskan penyebab timnya kalah dari Como kemarin malam. Ia menyebut bahwa timnya kalah di laga ini karena mereka tidak percaya pada kemampuan mereka sendiri.

Kemarin malam, Juventus menjamu Como di Allianz Stadium, Turin. Kedua tim berhadapan di lanjutan Serie A 2025/2026.

Juventus yang bermain di depan puluhan ribu Juventini harus merasakan pahitnya kekalahan. Mereka dikalahkan oleh sang tamu dengan skor 0-2 di pertandingan ini.

Ketika ditanya mengapa timnya kalah di laga ini, begini penjelasan Spalletti. "Saya rasa performa sebuah tim juga bisa ditentukan dari siapa yang mencetak gol pertama lebih dahulu," buka Spalletti di DAZN Italia.

Simak komentar lengkap sang manajer di bawah ini.


Kena Mental

Para pemain Como merayakan kemenangan di akhir pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Menurut Spalletti, Juventus belakangan ini mendapatkan rentetan hasil yang kurang bagus. Ia menyebut hasil-hasil itu sedikit banyak mulai mempengaruhi mental Si Nyonya Tua.

"Ketika anda 13 kali kebobolan terlebih dahulu, maka anda akan mendapatkan dampaknya untuk jangka panjamng," sambung Spalletti.

"Ada momen di mana kami bermain dengan antusiasme yang bagus dan juga performa yang luar biasa. Namun tiba-tiba kami tidak percaya dengan kemampuan diri kami sendiri, lalu kami membuat kesalahan kesalahan yang fatal, dan itu membuat kami mengalami masalah dengan psikis kami."


Harus Move On

Pertandingan Juventus versus Como di ajang Liga Italia 2025/2026. (Isabella BONOTTO / AFP)

Lebih lanjut, Spalletti menyebut bahwa para pemain Juventus harus sepenuhnya move on dari hasil-hasil buruk yang mereka dapatkan belakangan ini.

Ia menyebut selama timnya terus kepikiran hasil-hasil yang lalu, mereka akan terbebani secara psikis dan lingkaran setan yang mereka hadapi itu tidak akan berakhir.

"Inilah yang terjadi di benak para pemain kami. Ada terlalu banyak tekanan terkait hasil-hasil yang kami raih belakangan ini dan momen-momen tersebut jadi pembeda," pungkasnya.


Fokus ke Laga Berikutnya

Pertandingan Juventus versus Como di ajang Liga Italia 2025/2026. (Isabella BONOTTO / AFP)

Juventus sendiri saat ini mulai menatap untuk pertandingan berikutnya. Di tengah pekan nanti. Si Nyonya Tua akan memainkan partai hidup dan mati.

Mereka akan menjamu Galatasaray di leg kedua Liga Champions 2025/2026, dan mereka kini berada dalam posisi tertinggal 5-2 sehingga Juventus harus bekerja ekstra keras jika mereka ingin lolos ke babak 16 besar.

Sumber: DAZN Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya