Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Jumat 20 Februari mengisahkan, Aqeela berdiri di sudut ruangan sambil menempelkan ponsel ke telinganya. Wajahnya yang semula biasa saja mendadak berbinar ketika mendengar suara Harry di seberang sana. Dengan nada santai namun pasti, Harry mengatakan bahwa ia akan datang untuk makan malam. Mendengar itu, Aqeela langsung berseru ceria, “Ay, ay, Captain!” lengkap dengan nada bercanda yang manja. Ia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan berulang kali mengucapkan terima kasih. Jelas sekali, kabar itu membuat harinya terasa jauh lebih indah.
Di tempat lain, tepat di dekat kantor Zara, suasana terasa hangat dan penuh perasaan. Fattah tiba-tiba menarik Zara ke dalam pelukan yang sangat erat. Zara sempat terkejut, tak menyangka akan mendapat pelukan seintens itu di tempat terbuka. Namun Fattah hanya tertawa kecil dan berkata bahwa ia benar-benar ingin memeluknya sekencang mungkin. “Cinta kamu,” ucapnya tulus. Zara yang awalnya kaget pun melembut, membalas dengan senyum dan mengatakan bahwa ia juga mencintainya. Momen itu sederhana, tapi terasa begitu dalam.
Advertisement
Tak lama kemudian, Fattah melajukan motornya menyusuri jalanan kota. Angin berhembus menerpa jaketnya hingga tiba-tiba ponsel di sakunya bergetar. Ia segera menepi untuk melihat siapa yang menghubungi. Ternyata Oliver. Dengan nada serius, Oliver memberi tahu bahwa ada pekerjaan mendadak yang bersifat urgent. Ekspresi Fattah berubah, menyadari rencananya mungkin harus tertunda.
Sementara itu, Mohan dan Raisa sedang berada di sebuah showroom interior. Mereka berjalan santai melewati mockup mini bar yang tertata apik. Mohan tampak antusias, membayangkan betapa serunya jika rumah mereka kelak memiliki sudut mini bar seperti itu. Raisa tersenyum dan mengangguk setuju, namun ia memberi satu syarat—harus ada ruang khusus untuk “POP-DIVA”. Mohan tertawa kecil lalu mengangguk mantap, seolah menyepakati impian bersama itu.
Malam harinya, Harry benar-benar datang ke rumah Aqeela. Saat mereka berbincang, Aqeela penasaran menanyakan bagaimana hari Harry di sekolah. Harry menjawab pelan, mengatakan rasanya ada yang kurang. Aqeela langsung khawatir dan bertanya kenapa. Dengan tatapan lembut, Harry menjawab bahwa yang kurang adalah kehadiran Aqeela. Mendengar itu, wajah Aqeela memerah. Ia tak mampu menyembunyikan rasa malu sekaligus bahagianya.