Menu Sahur Ideal untuk Anak, Kunci Puasa Lebih Kuat dan Imunitas Terjaga

Menu sahur ideal untuk anak bantu puasa lebih kuat dan imunitas terjaga. Simak peran serat dan tips sahur sehat selama Ramadan.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 20 Februari 2026, 15:15 WIB
Menu sahur ideal untuk anak bukan sekadar kenyang. Ketahui rahasia serat bantu jaga imun dan kualitas puasa Si Kecil (foto: AI)

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan selalu menjadi momen spesial bagi keluarga, termasuk bagi anak-anak yang mulai belajar ber-puasa. Namun, banyak orang tua masih menganggap menu sahur cukup sebatas membuat anak kenyang agar kuat hingga maghrib. Padahal, sahur memiliki peran jauh lebih penting, terutama dalam menjaga daya tahan tubuh Si Kecil.

Menurut dokter dan peneliti kedokteran komunitas, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, sahur bukan sekadar mengisi energi, tapi juga mengatur kesehatan saluran cerna yang berhubungan langsung dengan sistem imun.

"Dari sudut pandang imunologi modern, sahur bukan sekadar mengisi energi. Sahur adalah momen mengatur ekosistem usus. Dan pada anak, usus adalah pusat pelatihan sistem imun," ujar Ray kepada Health Liputan6.com melalui pesan singkat pada Jumat, 20 Februari 2026.

Apa yang Sebaiknya Dimakan Anak-anak untuk Sahur?

Banyak orang tua belum menyadari bahwa sekitar 70 persen komponen sistem imun berkaitan dengan saluran cerna. Di dalam usus terdapat triliunan mikroorganisme yang membentuk mikrobiota. Mikroorganisme ini berperan penting dalam melatih dan menyeimbangkan respons imun tubuh.

Kualitas menu sahur ideal untuk anak sangat memengaruhi keseimbangan mikrobiota tersebut. Jika sahur didominasi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar, mi instan, gorengan, serta minuman tinggi gula, anak memang merasa kenyang. Namun secara biologis, kebutuhan sistem imun belum tentu terpenuhi.

Peran Serat dalam Menu SahurKunci utama dalam menu sahur adalah serat. Serat pangan yang berasal dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian tidak dicerna langsung oleh tubuh. Serat justru menjadi 'makanan' bagi bakteri baik di usus.

Melalui proses fermentasi, bakteri baik menghasilkan senyawa bernama short-chain fatty acids (SCFA), seperti butirat, asetat, dan propionat. Senyawa ini terbukti berperan dalam memperkuat lapisan pelindung usus serta membantu mengatur respons sel imun.

"Serat yang dimakan saat sahur ikut menentukan bagaimana sistem imun anak bereaksi terhadap infeksi dan peradangan sepanjang hari, terutama saat sedang puasa," kata Medical Science Director Danone SN Indonesia ini.

Dengan kata lain, menu sahur tinggi serat bukan hanya membuat anak kenyang lebih lama, tapi juga membantu menjaga imunitasnya selama Ramadan.

 

Ramadan dan Adaptasi Biologis

Dokter dan Peneliti Kedokteran Komunitas, serta dan Medical Science Director Danone SN Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH (Foto: Pribadi)

Secara ilmiah, Ramadan menyerupai pola time-restricted eating, di mana waktu makan dibatasi dalam periode tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus.

Namun, arah perubahan tersebut sangat ditentukan oleh kualitas makanan saat sahur dan berbuka. Jika jendela makan diisi makanan tinggi gula sederhana dan rendah serat, keseimbangan mikrobiota bisa terganggu.

Sebaliknya, jika sahur kaya serat dan protein cukup, perubahan cenderung mengarah pada komposisi yang lebih sehat. "Bayangkan usus seperti taman. Serat adalah pupuk untuk tanaman baik. Jika pupuknya tepat, taman tumbuh subur dan menjaga tanah tetap sehat," kata Ray.

 

Praktik Menu Sahur Ideal untuk Anak

Menu sahur ideal untuk anak bukan sekadar kenyang. Ketahui rahasia serat bantu jaga imun dan kualitas puasa Si Kecil (foto: AI)

Menerapkan menu sahur ideal untuk anak sebenarnya tidak rumit. Orang tua tetap bisa menyajikan nasi sebagai sumber karbohidrat, tapi perlu dikombinasikan dengan komponen lain yang lebih seimbang.

Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:

  • Tambahkan sayur berwarna seperti wortel, bayam, atau brokoli
  • Sertakan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe
  • Sajikan buah segar sebagai penutup
  • Tambahkan kacang-kacangan atau biji-bijian bila memungkinkan
  • Batasi minuman manis berlebihan

Selain itu, konsumsi susu pertumbuhan yang mengandung serat pangan seperti FOS-GOS dan inulin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak agar perut terasa lebih nyaman saat berpuasa.

Menu sahur ideal untuk anak bukan hanya tentang membuat perut terisi penuh. Sahur adalah kesempatan untuk membantu tubuh anak beradaptasi secara biologis selama Ramadan.

Pada masa tumbuh kembang, sistem imun anak masih dalam proses belajar. Pola makan yang kaya serat dan nutrisi seimbang akan membentuk respons imun jangka panjang yang lebih baik.

Jika meja sahur dipenuhi makanan bergizi, bakteri baik di usus akan bekerja optimal. Ketika bakteri baik bekerja dengan baik, sistem imun menjadi lebih stabil, dan anak pun bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman.

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ramadan juga menjadi momentum bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Melalui pilihan menu sahur yang tepat, puasa anak bisa lebih kuat, berkualitas, dan tetap menjaga imunitasnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya