Jose Mourinho Larang Skuad Benfica Bahas Real Madrid Usai Tuduhan Rasisme ke Vinicius Jr

Jose Mourinho seluruh pemain Benfica membahas Real Madriid, menyusul polemik dugaan rasisme yang mencuat pada pertemuan pertama kedua tim.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 20 Februari 2026, 11:31 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho mengambil langkah tegas jelang leg kedua Liga Champions melawan Real Madrid. Ia melarang seluruh pemain Benfica membahas Los Blancos, menyusul polemik dugaan rasisme yang mencuat pada pertemuan pertama kedua tim.

Kontroversi tersebut membuat UEFA turun tangan. Badan tertinggi sepak bola Eropa itu telah membuka investigasi setelah bintang muda Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh melontarkan kata bernada rasial kepada penyerang Madrid, Vinicius Junior.

Vinicius mengklaim dirinya dipanggil dengan sebutan “monyet” oleh pemain asal Argentina tersebut. Tuduhan itu turut diperkuat rekan setimnya, Kylian Mbappe. Namun, Prestianni membantah keras tudingan tersebut dan menyatakan bahwa Vinicius “salah menafsirkan apa yang ia dengar”.


Fokus ke Liga Domestik, Bukan Drama Eropa

Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Menurut laporan media Inggris, Mourinho tak ingin polemik tersebut mengganggu konsentrasi timnya. Benfica dijadwalkan kembali bertemu Madrid di Santiago Bernabeu pekan depan, dengan agregat sementara 0-1 untuk keunggulan wakil Spanyol.

Alih-alih membahas duel panas itu, Mourinho meminta anak asuhnya memusatkan perhatian pada laga Primeira Liga menghadapi AVS, tim juru kunci klasemen. Ia disebut tidak akan menoleransi diskusi apa pun terkait Madrid atau isu yang menyertainya di ruang ganti.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Mourinho menjaga stabilitas mental tim di tengah sorotan besar yang kini mengarah ke klub asal Lisboa tersebut.


Komentar Mourinho Picu Kritik

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berbicara dengan pelatih Benfica, Jose Mourinho, setelah rekan setimnya, Vinicius Junior (di belakang), mendengarkan hinaan rasial selama pertandingan leg pertama play-off babak gugur Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Di sisi lain, Mourinho sendiri tak lepas dari kontroversi. Pelatih berjuluk “The Special One” itu sempat menyatakan bahwa selebrasi Vinicius setelah mencetak gol turut memicu situasi panas yang berujung tuduhan rasisme.

Menurutnya, gol spektakuler tersebut seharusnya menjadi “momen gila yang indah dalam pertandingan bagus”. Namun ia menilai Vinicius tidak merayakannya dengan cara yang pantas.

“Ketika mencetak gol seperti itu, rayakan dengan cara yang penuh rasa hormat,” ujar Mourinho usai pertandingan.

Saat ditanya apakah selebrasi tersebut memancing reaksi pemain dan suporter Benfica, ia menjawab, “Ya, saya percaya begitu. Soal kata-kata yang dipertukarkan Prestianni dan Vinicius, saya ingin tetap independen. Saya tidak berkomentar lebih jauh.”

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari lembaga anti-rasisme Kick It Out, yang menilai Mourinho seperti “mengalihkan kesalahan” kepada korban.


Real Madrid Kirim Bukti ke UEFA

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Manajemen Real Madrid memastikan telah menyerahkan seluruh bukti yang tersedia kepada UEFA dan menyatakan dukungan penuh kepada Vinicius. Pemain asal Brasil itu memang kerap menjadi sasaran pelecehan rasial selama membela Madrid.

Insiden di Lisboa disebut menjadi kali ke-20 dalam delapan tahun kariernya di Madrid di mana Vinicius mengaku menerima perlakuan rasis.

Kini, sorotan tak hanya tertuju pada duel leg kedua di Bernabeu, tetapi juga pada hasil investigasi UEFA. Di tengah tekanan tersebut, Mourinho memilih menarik garis tegas: tak ada ruang untuk membahas Madrid sampai tugas domestik Benfica tuntas.

Atmosfer panas dipastikan menyelimuti pertemuan kedua nanti. Namun bagi Mourinho, satu hal jelas, fokus adalah harga mati.

Sumber: Daily Mail

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya