Militer AS Pastikan Air Force One Berganti Warna Sesuai Keinginan Trump

Pesawat kepresidenan AS saat ini masih mempertahankan corak ikonik era John F. Kennedy dengan kombinasi warna putih dan dua nuansa biru muda.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 Februari 2026, 08:30 WIB
Sebuah replika pesawat kepresidenan AS Air Force One ketika pameran Air Force One Experience di North Kingstown, 18 September 2017. Replika pesawat kepresidenan AS ini lengkap dengan ruangan-ruangan yang digunakan presiden. (AP Photo/Stephan Savoia)

Liputan6.com, Washington, DC - Skema warna baru untuk pesawat kepresidenan Amerika Serikat (AS), Air Force One, resmi diumumkan oleh militer AS pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Skema merah, putih, emas, dan biru tua yang sebelumnya diperjuangkan oleh Presiden Donald Trump akan menjadi tampilan baru bagi pesawat tersebut.

Angkatan Udara AS seperti dikutip dari laporan Associated Press menyatakan bahwa desain cat "merah, putih, emas, dan biru tua" akan digunakan pada jet terbaru yang dijadwalkan untuk melayani sebagai Air Force One. Selain itu, skema warna yang sama akan diterapkan pula pada sejumlah jet berukuran lebih kecil yang secara rutin digunakan untuk menerbangkan pejabat tinggi pemerintah lainnya.

Militer AS merilis gambar render tampilan baru pesawat tersebut. Desain itu sesuai dengan model pesawat yang sebelumnya terlihat di Ruang Oval saat pertemuan dengan para pemimpin asing.

Saat ini, perusahaan Boeing sedang mengerjakan dua pesawat baru tipe 747-800 untuk dipersiapkan menjadi pesawat kepresidenan yang akan menggantikan dua pesawat lama tipe Boeing 747-200 yang sudah berumur dan masih dipakai oleh presiden AS sekarang.

Adapun istilah "Air Force One" sendiri bukan nama tetap pesawatnya, melainkan tanda panggil (call sign) yang digunakan setiap kali presiden Amerika Serikat berada di dalam pesawat Angkatan Udara AS. Jadi, jika presiden tidak berada di dalamnya, pesawat tersebut tidak disebut Air Force One. 

"Power Blue"

Pesawat Kepresidenan AS, Air Force One (White House)

Pada 2018, Presiden Trump mengarahkan agar dua jet baru tersebut meninggalkan desain biru-putih ikonik era Presiden John F. Kennedy dan menggantinya dengan skema warna putih dan biru tua. Dalam rancangan tersebut, bagian atas pesawat akan berwarna putih, sementara bagian bawah, termasuk perut pesawat, akan dicat biru tua. Sebuah garis merah tua direncanakan membentang dari kokpit hingga ke bagian ekor. Pewarnaan itu hampir identik dengan bagian luar pesawat pribadi milik Trump.

Hasil tinjauan Angkatan Udara saat itu menyatakan bahwa penggunaan warna yang lebih gelap dapat meningkatkan biaya serta menunda pengiriman pesawat jumbo baru tersebut. Pada Maret 2023, Presiden Joe Biden membatalkan keputusan tersebut.

Bulan lalu, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia menginginkan "power blue, bukan baby blue," merujuk pada warna pesawat saat ini.

"Segala sesuatu punya waktu dan tempatnya. Kami akan mengganti warnanya," ujar Trump.

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Udara juga menyebutkan bahwa satu unit tambahan pesawat Boeing 747-8i akan dicat dengan warna yang sama.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara resmi menerima sebuah jet mewah Boeing 747 dari Qatar pada Mei lalu untuk digunakan sebagai Air Force One. Penerimaan hadiah mahal dari negara asing tersebut memunculkan pertanyaan terkait etika dan legalitasnya.

Sekretaris Angkatan Udara Troy Meink mengatakan kepada para anggota parlemen pada Juni lalu bahwa modifikasi keamanan terhadap jet tersebut akan menelan biaya kurang dari USD 400 juta, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai biaya tersebut.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya