Kasatgas Tito Buka Puasa Bersama Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang di Hari Pertama Ramadan

Hari pertama Ramadan, Tito Karnavian buka puasa bersama warga terdampak banjir Aceh Tamiang di huntara. Pemerintah pastikan pemulihan terus berjalan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 20 Februari 2026, 08:40 WIB
Kasatgas Tito melaksanakan buka puasa pada hari pertama Ramadan 2026 bersama masyarakat terdampak bencana banjir Aceh Tamiang. Foto: Puspen Kemendagri

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melaksanakan buka puasa pada hari pertama Ramadan 2026 bersama masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan buka puasa bersama digelar di Kompleks Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kamis (19/2/2026).

Dalam sambutannya, Tito menyampaikan rasa syukur karena masih dapat menjalankan ibadah puasa bersama masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana.

"Kita mensyukuri kebersamaan kita dan kita masih bisa untuk menikmati buka puasa bersama Bapak-Ibu sekalian," ujarnya.

Ia menegaskan, kehadirannya pada hari pertama Ramadan merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak. Menurutnya, Aceh Tamiang termasuk wilayah dengan dampak banjir cukup berat sehingga proses pemulihan masih terus dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.

"Dan kita masih terus bekerja keras, untuk memulihkan bahkan insyaallah akan lebih baik," jelasnya.

Pemulihan Infrastruktur Berjalan, Bantuan Ibadah Diserahkan

Kasatgas Tito melaksanakan buka puasa pada hari pertama Ramadan 2026 bersama masyarakat terdampak bencana banjir Aceh Tamiang. Foto: Puspen Kemendagri

Ia menyebutkan sejumlah indikator pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang seperti jalan, jaringan listrik, internet, pasar, dan toko sudah menunjukkan hasil yang baik. Meski demikian, ia menyadari masih terdapat tugas yang perlu segera diselesaikan seperti penanganan pengungsi, pembersihan sungai, dan penyediaan air bersih.

Upaya lain yang perlu dilakukan juga terkait dengan pembersihan lumpur sisa banjir yang saat ini terus dikerjakan oleh berbagai pihak terkait seperti TNI, Polri, termasuk praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Di samping itu [membersihkan] lumpur-lumpur yang ada, kita bergotong royong," jelasnya.

Lebih lanjut, di tengah Ramadan ini, Tito mengajak masyarakat untuk menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat keimanan kepada Allah SWT. "Kita semua percaya kepada Allah SWT bahwa apa yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT, dan kita justru dengan adanya bencana ini, dapat memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT," ujarnya.

Kasatgas Tito melaksanakan buka puasa pada hari pertama Ramadan 2026 bersama masyarakat terdampak bencana banjir Aceh Tamiang. Foto: Puspen Kemendagri

Dalam kesempatan itu, Tito juga menyerahkan sejumlah bantuan paket perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak, termasuk Al-Qur'an yang merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Tito turut meminta doa agar Presiden senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Sebagai informasi, dalam peninjauan itu Tito didampingi sejumlah pejabat. Mereka di antaranya Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan pejabat terkait lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya