Pramono Bakal Tindak Tegas Lapangan Padel Tak Berizin dan Ganggu Kenyamanan Warga di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan memanggil pengelola serta pihak-pihak terkait lainnya terkait keberadaan lapangan padel yang dikeluhkan warga.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 19 Februari 2026, 13:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta menyebut akan memanggil pengelola serta pihak-pihak terkait lainnya terkait keberadaan lapangan padel yang dikeluhkan warga.

Dia menyebut tidak akan mentolerir lapangan padel yang bermasalah secara perizinan hingga mengganggu kenyamanan warga.

"Saya akan mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan secara lengkap," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia menyampaikan, apabila ditemukan lokasi atau lapangan padel yang tidak sesuai dengan izin Pemprov DKI tidak akan ragu mengambil langkah tegas.

"Bagi daerah-daerah yang mengganggu masyarakat karena tidak sesuai izin, Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan mengambil tindakan tegas," ucap Pramono.

Sebelumnya, muncul keluhan terkait lapangan padel di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku terganggu oleh kebisingan yang timbul dari fasilitas padel.

Keluhan ini diunggah akun Threads @idhm yang viral dalam beberapa hari terakhir. Dalam thread tersebut, ia mengaku mendengar kebisingan dari aktivitas lapangan padel Fourtwall Haji Nawi sejak Januari 2026.

 

Terjadi Kebisingan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Maroedja Sport Park di Kembangan, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Akun Threads @idhm menggambarkan kebisingan terjadi hampir tanpa jeda, mulai pukul 06.00 pagi hingga 00.00 malam. Dengan durasi permainan rata-rata dua hingga tiga jam per sesi, aktivitas yang silih berganti membuat suara benturan bola dan teriakan pemain terus terdengar sepanjang hari.

"Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2–3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan," tulis akun Threads @idhm tersebut.

Tak tinggal diam, ia bersama sejumlah tetangga mulai mencatat dan mendokumentasikan tingkat kebisingan yang terjadi. Mereka juga berdiskusi dengan rekan-rekan yang memahami advokasi lingkungan untuk mempelajari aspek zonasi, tata ruang, hingga regulasi baku mutu kebisingan.

Sebelumnya, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta meninjau progres pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jalan Barito I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat 13 Februari 2026.

 

Pramono: Tak Hanya Lapangan Padel Gratis, Taman Bendera Pusaka Bakal Ada Jogging Track

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan (Jaksel). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Pramono menyatakan progres pembangunan taman saat ini telah mencapai 92 persen dan siap menjadi ruang terbuka hijau sekaligus pengendali banjir.

"Sekarang progres pembangunan taman telah mencapai 92 persen. Saya mengharapkan pada Maret 2026 taman seluas 5,6 hektare ini dapat diresmikan," kata Pramono, Jumat 13 Februari 2026.

Pramono menyebut, Taman Bendera Pusaka bakal diresmikan pada Maret 2026. Taman ini nantinya akan terintegrasi secara menyeluruh dengan kawasan sekitar, termasuk dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer.

"Saat ini, masih terdapat sejumlah pekerjaan tahap akhir pembangunan taman, di antaranya pembangunan terowongan penghubung dari Taman Langsat ke Taman Leuser yang melintasi Jalan Kiai Maja, serta pembangunan jembatan penghubung antara Taman Ayodya dan Taman Langsat," ucap Pramono.

Selain sebagai ruang terbuka hijau, lanjut dia, taman ini juga dirancang memiliki fungsi pengendalian banjir. Di lokasi tersebut dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan kualitas air tetap bersih dan tidak berbau, sekaligus membantu pengendalian genangan di kawasan sekitar.

"IPAL dibangun di sini supaya airnya tidak berbau, menjadi lebih bersih, sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir di area ini," papar Pramono.

Infografis Jadwal Imsakiyah 1447 H/2026 M untuk DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya