Kenapa HP Sekarang Makin Tahan Air? Ini Rahasianya

Ponsel dengan rating IP68 hingga IP69K kini makin umum, bahkan di kelas menengah dan perangkat lipat. Simak cara kerjanya melindungi HP dari debu dan air.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 20 Februari 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi ponsel tahan air. (Doc: CNET)

Liputan6.com, Jakarta - HP terbaru kini hadir dengan perlindungan IP yang semakin andal. Jika dulu IP68 dianggap sebagai standar tertinggi. Namun, kini ponsel kelas menengah sudah dibekali dengan IP68.

Beberapa model memadukan berbagai rating sekaligus, mulai dari IP66, IP68, IP69, hingga IP69K, untuk menjamin ketahanan maksimal terhadap air, debu, dan kondisi ekstrem.

Menariknya, tren ini  mulai menyasar ke perangkat lipat. Ponsel lipat dulu identik dengan desain rentan kini perlahan mendapat perlindungan setara ponsel non-lipat. Ini menjadi lompatan penting di industri smartphone.

Waterproofing adalah Sistem

Dari luar, ponsel tahan air mungkin terlihat seperti satu fitur tambahan. Namun secara internal, hal tersebut merupakan hasil kerja beberapa sistem yang saling mendukung.

Pada dasarnya, para ahli berusaha mengurangi jalur masuk air pada tahap desain. Smartphone modern dibuat dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, sehingga bingkai dan panel pada belakang perangkat hampir tidak memiliki celah.

Produsen juga menempelkan perekat dengan tepat untuk menyatukan setiap lapisan, sehingga titik masuk air bisa diminimalkan, sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Kamis (19/2/2026).

Setiap ponsel pada dasarnya memiliki sejumlah titik rawan yang sulit dihindari, seperti port pengisian daya, baki SIM, dan tombol fisik. Untuk mengatasi hal ini, produsen memperkuat area tersebut dengan gasket silikon dan cincin karet penyegel.

Sebagai contoh, baki SIM biasanya dilengkapi cincin kedap air berukuran kecil yang akan tertekan saat dipasang. Komponen ini berfungsi sebagai penghalang agar cairan tidak mudah masuk ke dalam perangkat.

Bagian speaker dan lubang suara bahkan lebih rumit karena tetap membutuhkan aliran udara agar bisa berfungsi dengan baik. Untuk mengatasinya, produsen menggunakan membran akustik bersifat hidrofobik atau lapisan mesh khusus yang dirancang sangat halus.

Teknologi ini memungkinkan gelombang suara tetap keluar masuk, tetapi mampu menahan air agar tidak merembes ke dalam perangkat. 

Rencana Cadangan

Meski ponsel telah didesain dan dirancang dengan begitu hati-hati, namun tetap ada kemungkinan sedikit kelembapan masuk ke dalam perangkat. Karena itu, banyak ponsel menambahkan lapisan perlindungan kedua di bagian dalam

Komponen seperti motherboard, konektor, hingga papan sirkuit fleksibel biasanya dilapisi nano-coating hidrofobik. Lapisan yang sangat tipis ini bekerja menolak air pada tingkat mikroskopis.

Akibatnya, air tersebut tidak akan menyebar ke permukaan logam dan menyebabkan korsleting, namun air tersebut akan menjadi tetesan. Dan tetesan tersebut cenderung lebih cepat menguap atau mengalir menjauh, sehingga tidak bertahan lama dan memicu korosi pada komponen.

Namun, lapisan ini bukan berarti ponsel dirancang untuk direndam begitu saja. Fungsinya lebih sebagai perlindungan tambahan. Jika air berhasil menembus lapisan luar, pelindung internal membantu mengurangi risiko kerusakan dalam waktu singkat.

Pada dasarnya, ponsel tahan air modern mengandalkan dua strategi sekaligus: mencegah air masuk melalui desain struktur yang rapat, serta meminimalkan dampak kerusakan jika cairan terlanjur masuk. Kombinasi keduanya yang membuat perangkat tetap andal seperti saat ini.

Perangkat Lipat Memperumit Segalanya

Tantangan membuat ponsel tahan air sebenarnya sudah cukup rumit pada model non-lipat. Tingkat kesulitan tersebut makin tinggi pada perangkat lipat.

Berbeda dengan ponsel standar yang berbentuk bodi tertutup utuh, ponsel lipat memiliki bagian lipatan, layar fleksibel, serta kabel tipis yang terus menekuk saat dibuka dan ditutup. Celah dan pergerakan menjadi bagian yang tak terhindarkan, sehingga proses waterproofing membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Pada lini Samsung Galaxy Z Fold, Samsung menerapkan strategi isolasi. Dibandingkan menyegel bagian lipatan sepenuhnya, sisi kiri dan kanan perangkat dibuat sebagai kompartemen terpisah. Dengan cara ini, jika air masuk ke satu sisi, penghalang internal dapat membantu mencegahnya menyebar ke sisi lainnya.

Bagian lipatan pada ponsel lipat dirancang bukan untuk menutup air sepenuhnya. Area ini memakai material tahan korosi, cairan pelindung khusus, jalur pembuangan, hingga komponen hidrofobik agar air tidak terperangkap. Papan sirkuit fleksibel juga dilapisi karet dan penyegel untuk perlindungan tambahan.

Sementara itu, pada lini Oppo Find N, Oppo disebut menerapkan sistem penyegelan berlapis. Beragam perekat digunakan untuk menutup celah mikroskopis di sekitar bagian lipatan dan papan fleksibel, membentuk perlindungan menyeluruh meski perangkat terus dilipat dan dibuka.

Kini, beberapa ponsel lipat bahkan telah mengantongi rating IPX6, IPX8, hingga IPX9, yang berarti lolos uji semprotan air dan perendaman sesuatu yang dulu terasa sulit dibayangkan pada perangkat dengan bagian lipatan.

Tahan Air Tidak Berarti Kebal

Perlu diingat, ponsel dengan rating IP sekalipun tetap diuji dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Dalam penggunaan sehari-hari, situasinya bisa jauh lebih ekstrem.

Air laut, misalnya, dapat mempercepat korosi pada logam, sementara air kolam yang mengandung klorin atau sabun berpotensi merusak segel seiring waktu.

Karena itu, banyak produsen menegaskan bahwa kerusakan akibat air belum tentu tercakup dalam garansi, meski perangkat telah mengantongi sertifikasi IP. Ketahanan air memang menekan risiko, tetapi bukan berarti sepenuhnya kebal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya