Liputan6.com, Jakarta - PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), mengumumkan dimulainya operasional komersial layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat. Aktivasi layanan dimulai pada 19 Februari 2026, menandai transisi dari tahap persiapan ke tahap komersial penuh.
Peluncuran ini disebut sebagai implementasi layanan 5G FWA pada spektrum 1,4 GHz. Perusahaan menyatakan layanan tersebut dirancang mengikuti ketentuan program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk ketentuan harga maksimum Rp 147.000 dan kecepatan hingga 100 Mbps sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 13 Tahun 2025.
Advertisement
Pada 2026, pengembangan jaringan ditargetkan mencakup 5.500 site aktif di Region-1 (Jawa, Maluku, dan Papua), dengan proyeksi jangkauan lebih dari 5 juta pelanggan di wilayah tersebut.
Pengembangan Infrastruktur
Pengembangan jaringan sepanjang 2026 mencakup lebih dari 5.500 site di Region-1. Perusahaan menyebut implementasi ini sebagai bagian dari rollout awal 5G FWA berskala besar di kawasan tersebut. Jaringan IRA terintegrasi dengan backbone fiber nasional milik SURGE untuk mendukung kapasitas backhaul.
Frekuensi 1,4 GHz dinilai memiliki karakteristik teknis yang mendukung penetrasi sinyal di dalam ruangan, termasuk di kawasan padat penduduk. Penggunaan spektrum ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi pemanfaatan frekuensi untuk mendukung perluasan layanan fixed broadband.
Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong menyatakan Internet Rakyat bukan lagi konsep. Dengan target 5.500 site aktif pada tahun 2026 serta arah yang jelas untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan
"Kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau bagi masyarakat mulai hari ini. Keunggulan spektrum 1,4 GHz memberikan kekuatan pada penetrasi indoor, memastikan konektivitas yang stabil dan andal bagi rumah tangga di Pulau Jawa, Maluku dan Papua,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/2/2026).
Arah Pengembangan
IRA menggabungkan teknologi 5G FWA berbasis spektrum 1,4 GHz, integrasi backbone fiber nasional khususnya di Region-1, pemanfaatan infrastruktur pasif yang sudah tersedia, serta aplikasi digital untuk pengelolaan layanan mandiri.
Perusahaan menyatakan model tersebut ditujukan untuk memperluas penetrasi internet fixed broadband, khususnya di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua.
IRA menawarkan paket fixed broadband dengan tarif Rp 100.000 per bulan. Dengan harga tersebut, pelanggan memperoleh kecepatan unduh hingga 100 Mbps serta akses data tanpa batas (unlimited) tanpa kuota. Perusahaan juga menyatakan tidak mengenakan biaya instalasi maupun biaya sewa modem kepada pelanggan.