Liputan6.com, Jakarta - Analis Pasar Modal Hendra Wardana memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Kamis (19/2/2026) masih berada dalam momentum bullish dengan level support kuat di area 8.250–8.270 dan resistance lanjutan di kisaran 8.350–8.400.
"Untuk perdagangan besok, secara teknikal IHSG masih berada dalam momentum bullish dengan support kuat di area 8.250–8.270 dan resistance lanjutan di kisaran 8.350–8.400," kata Hendra kepada Liputan6.com.
Advertisement
Dia menuturkan, selama tidak ada tekanan eksternal signifikan dari rilis risalah The Federal Reserve (the Fed) atau lonjakan yield AS, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, apalagi sektor energi masih menjadi motor utama seiring stabilnya harga minyak dan batu bara.
"Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi profit taking jangka pendek setelah reli cepat dalam dua hari terakhir," ujarnya.
Adapun pada perdagangan Rabu pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan lampu hijau dengan menembus level 8.300 dan ditutup menguat 1,19% ke 8.310, ditopang lonjakan signifikan sektor energi yang naik 2,45%.
"Kenaikan ini tidak berdiri sendiri, tetapi didukung nilai transaksi yang solid Rp 23,49 triliun serta aliran dana asing yang mencatatkan net buy Rp 467 miliar," ujarnya.
Secara eksternal, sentimen global relatif kondusif. Bursa Jepang seperti Nikkei 225 dan TOPIX menguat, sementara harga minyak Brent dan WTI naik tipis di tengah negosiasi AS–Iran, menjaga optimisme di saham berbasis komoditas.
"Meski imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke kisaran 4,07% dan indeks dolar AS menguat, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan arus risk appetite di emerging market, termasuk Indonesia," ujarnya.
Rekomendasi Saham
Dari sisi saham pilihan, INDF menarik dicermati sebagai saham defensif berbasis konsumsi dengan fundamental solid dan valuasi yang masih relatif wajar, sehingga layak buy dengan target 7.000, terutama jika terjadi rotasi sektor dari energi ke consumer.
"ADRO tetap prospektif seiring sentimen komoditas yang stabil dan arus dana ke sektor energi, dengan target 2.500 dalam jangka pendek menengah," ujarnya.
Di sisi lain, JPFA layak speculative buy menuju 2.830 karena berpotensi rebound seiring perbaikan margin dan sentimen sektor poultry yang mulai pulih.
Sementara BRIS juga menarik untuk speculative buy dengan target 2.600, didukung pertumbuhan pembiayaan syariah yang konsisten dan potensi katalis dari ekspansi digital banking.
"Strateginya, investor dapat memanfaatkan momentum dengan pendekatan buy on weakness pada saham-saham tersebut, sambil tetap disiplin menjaga level cut loss untuk mengantisipasi volatilitas global yang masih dinamis," pungkasnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kinerja Perdagangan Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG kembali menyentuh posisi 8.300. Usai libur Imlek, IHSG berada di level tertinggi 8.310,22 dan level terendah 8.227,45. Sebanyak 454 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 216 saham melemah dan 146 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 3.201.815 kali dengan volume perdagangan saham 52,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.871. Investor asing beli saham Rp 1,44 triliun. Meski demikian, sepanjang 2026, investor asing masih lepas saham Rp 15,04 triliun.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi melambung, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi naik 3,25%. Sektor saham energi menanjak 2,45%, sektor saham consumer siklikal bertambah 2%.
Selain itu, sektor saham basic menanjak 0,58%, sektor saham industri menguat 1,91%, sektor saham consumer nonsilikal melesat 1,71%. Kemudian sektor saham kesehatan naik tipis 0,12%, sektor saham keuangan melompat 0,89%, sektor saham properti menguat 0,67%, sektor saham teknologi melesat 1,35%, dan sektor saham infrastruktur menguat 1,94%.