Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mendorong badan usaha jalan tol (BUJT) agar mau memberikan diskon tarif tol hingga 30 persen di musim mudik Lebaran 2026. Kendati begitu, kebijakan soal potongan tarif tol selama periode angkutan Lebaran 2026 ini masih belum final.
"Ini kita lagi finalkan dengan badan usaha jalan tol. Kita upayakan sama dengan pada saat hari Lebaran kemarin. Saya mintanya kalau bisa 30 persen, tapi ini kita lagi nego sama mereka," ujar Dody saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Advertisement
Selain memberikan insentif, Kementerian PU juga tengah memonitor kesiapan jalan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik. Dody pun menjamin seluruh jalan tol nantinya bebas dari kerusakan, pasca dilakukan perbaikan oleh BUJT terkait.
"Jalan tol kemarin kan lagi pada patching-patching, beresin jalan. Targetnya sama, enggak boleh ada lubang," tegas dia.
"Mereka semua (BUJT) lagi progres, dari tol Jakarta-Surabaya, Jakarta-Merak, lagi berprogres semua. Kalau kalian lewat jalan tol, mereka lagi pada kerja," dia menambahkan.
Diskon Tarif Tol Lebaran 2025
Adapun pada musim mudik Lebaran 2025, pemerintah melanjutkan tradisi pemberian diskon tarif tol dengan potongan tarif 20 persen.
"Dari Kementerian PU sudah berkoordinasi untuk pengguna jalan darat, ada diskon 20 persen untuk tol di sejumlah atau di berbagai ruas jalan tol yang ada di Indonesia. Ini juga sebuah upaya untuk bisa mengurangi biaya perjalanan darat masyarakat kita," kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu.
Pemberian insentif ini juga selaras dengan program pemerintah dalam mengendalikan mobilitas masyarakat di musim mudik. Pasalnya, pergerakan manusia dan kendaraan di mudik Lebaran 2025 lalu diprediksi bakal jauh lebih tinggi dibanding musim Nataru 2024/2025 kemarin. Adapun stimulus diskon tarif tol 20 persen ini tersebar di sejumlah ruas, mulai dari Jalan Tol Trans Jawa hingga Tol Trans Sumatera.
Berlaku untuk Seluruh Golongan Kendaraan
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengatakan, potongan tarif tol 20 persen ini berlaku untuk semua golongan kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Jawa. Jasa Marga Group akan memberikan diskon untuk rute dari Jakarta menuju Semarang pada periode arus mudik, dan Semarang menuju Jakarta pada arus balik.
Potongan tarif tol berlaku untuk arus mudik pada Senin, 24 Maret 2025 pukul 05.00 WIB hingga Jumat, 28 Maret 2025 pukul 05.00 WIB. Sedangkan untuk arus balik berlaku pada Selasa, 8 April 2025 pukul 05.00 WIB hingga Kamis, 10 April 2025 pukul 05.00 WIB.
"Pemberlakuan potongan tarif tol ini untuk menghindari penumpukan kendaraan pada satu tanggal tertentu. Terutama yang telah diprediksi menjadi puncak arus mudik dan balik periode libur Idul Fitri 1446H/2025 serta dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalan tol," terangnya.
Pemerintah Sebar Insentif Lebaran Rp 13 Triliun, Ada Banyak Diskon
Sebelumnya, Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 13 triliun untuk program insentif selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Paket kebijakan ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas saat musim mudik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif tersebut mencakup diskon tarif transportasi, potongan tarif tol, serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng MinyaKita.
"Kisarannya Rp 13 triliun," kata Airlangga dikutip dari Antara, Jumat (30/1/2026).
Menurut dia, program insentif dirancang untuk meredam beban pengeluaran masyarakat saat kebutuhan meningkat di periode Ramadhan dan Lebaran. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi tetap bergerak selama musim libur panjang.
Airlangga menyebut skema insentif Lebaran tahun ini berpotensi lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah juga masih menyiapkan tambahan paket kebijakan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar," ujarnya.
Pola insentif transportasi sebelumnya sudah diterapkan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dan dinilai efektif dalam meningkatkan pergerakan masyarakat serta menjaga momentum ekonomi.