Kekayaan 50 Orang Terkaya di Hong Kong Melonjak jadi Rp 6.163 Triliun

36 orang terkaya di Hong Kong alami kenaikan kekayaan termasuk pengusaha Li Ka-shing.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Februari 2026, 06:00 WIB
Serangkaian penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan sektor properti yang perlahan pulih telah mendorong Hong Kong sebagai salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di Asia tahun lalu. Hal itu berdampak kekayaan orang terkaya di Hong Kong. (Photo: Manson Yim/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan kolektif orang terkaya di Hong Kong naik pada 2025 yang didorong sejumlah faktor. Salah satunya serangkaian penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan sektor properti yang perlahan pulih telah mendorong Hong Kong sebagai salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di Asia tahun lalu. Indeks saham acuan Hang Seng di Hong Kong naik hampir 30%.

Seiring faktor itu, kekayaan bersih kolektif dari 50 orang terkaya di Hong Kong naik ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 366 miliar atau Rp 6.163 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840) dari tahun lalu USD 301 miliar atau Rp 5.069 triliun.

Mengutip Forbes, ditulis Rabu (18/2/2026), sebanyak 36 orang terkaya mencatat kenaikan kekayaan termasuk pengusaha Li Ka-shing. Ia mempertahankan gelar sebagai orang terkaya di Hong Kong setelah menambah kekayaan USD 7,8 miliar atau Rp 131,35 triliun, peningkatan terbesar dalam dolar AS tahun ini. Kekayaan Li Ka-shing menjadi USD 45,1 miliar atau Rp 759,52 triliun.

Saham CK Hutchison Holdings milik Li Ka-shing naik lebih dari 60% dari tahun lalu, meskipun rencana perusahaan untuk menjual saham di 43 pelabuhan di 23 negara kepada konsorsium yang dipimpin BlackRock tertunda di bawah pengawasan Beijing.

Meskipun pengumuman selanjutnya kesepakatan bernilai miliaran dolar AS tersebut dapat mencakup perusahaan milik negara China Cosco Shipping sebagai investor meningkatkan harapan tentang penyelesaiannya, Mahkamah Agung Panama pada Januari membatalkan dua kontrak pelabuhan CK Hutchison, yang menimbulkan ketidakpastian baru atas penjualan tersebut.

Peter dan Martin Lee bersaudara, chairman bersama perusahaan properti raksasa Henderson Land Development, memulai debut mereka di posisi dua.

Kekayaan bersih gabungan mereka sebesar USD 34,9 miliar atau Rp 587,7 triliun, yang dibagi dengan keluarga, diwarisi dari ayah mereka, Lee Shau Kee, yang meninggal Maret lalu pada usia 97 tahun. Saham Henderson Land naik lebih dari 40% karena terus maju dengan proyek-proyek baru seperti Central Yards, kompleks perkantoran dan ritel senilai USD 8,1 miliar yang menghadap Pelabuhan Victoria, yang dijadwalkan dibuka dalam dua fase mulai 2027.

 

 

Jajaran Orang Terkaya Lainnya di Hong Kong

Ilustrasi Miliarder atau Orang Terkaya. Foto: Freepik

Pengusaha properti dan perhiasan Henry Cheng tetap berada di posisi ketiga meskipun mengalami masalah utang di unit properti terdaftarnya, New World Development, yang baru-baru ini mengkonfirmasi mungkin ada penjualan saham potensial oleh pemegang saham pengendalinya. Kekayaannya, yang dibagi dengan keluarga, meningkat sebesar USD 6,6 miliar menjadi USD 26,1 miliar atau Rp 439,5 triliun karena saham Chow Tai Fook Jewellery Group mereka hampir berlipat ganda akibat kenaikan harga emas yang pesat.

Di antara para penerima keuntungan yang signifikan adalah keluarga Keswick, yang kekayaan bersihnya melonjak hampir 90% menjadi USD 4,6 miliar atau Rp 77,4 triliun. Saham Jardine Matheson Holdings mereka yang terkenal mendapat dorongan dari serangkaian kesepakatan M&A yang diatur oleh ketua eksekutif Ben Keswick, termasuk privatisasi jaringan hotel mewah mereka, Mandarin Oriental International.

Pendatang baru lainnya tahun ini adalah keluarga Sohmen-Pao, ahli waris dari taipan perkapalan Helmut Sohmen, yang meninggal pada Oktober di usia 86 tahun. Mereka memulai debutnya dalam daftar dengan kekayaan USD 5,7 miliar atau Rp 95,9 triliun.

Satu-satunya yang kembali adalah Allan Wong, chairman dan CEO VTech Holdings, produsen mainan edukatif. Meskipun melaporkan penurunan penjualan selama enam bulan yang berakhir September, saham perusahaan naik 15% di tengah meredanya masalah tarif AS, mengembalikannya ke daftar setelah absen selama setahun. Sementara kekayaan taipan properti Vincent Lo meningkat, ia tergeser dari peringkat karena nilai kekayaan bersih minimum untuk memenuhi syarat naik menjadi rekor USD 1,6 miliar atau Rp 26,9 triliun dari USD 1,4 miliar atau Rp 23,5 triliun tahun lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya