Sindikat Narkoba Asal Iran Terungkap, 13 Kilogram Sabu Diamankan

Kasus bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai saat memeriksa barang kiriman pos asal Iran menggunakan mesin pemindai atau x-ray di Kantor Pos Pasar Baru, Jakart

oleh Tim NewsDiterbitkan 17 Februari 2026, 17:33 WIB
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkotika sekaligus membongkar laboratorium pembuatan metamfetamina atau sabu (clandestine lab) di wilayah Jakarta Utara. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan narkotika sekaligus membongkar laboratorium pembuatan metamfetamina atau sabu (clandestine lab) di wilayah Jakarta Utara.

Dari operasi tersebut, aparat mengamankan total barang bukti narkotika lebih dari 13 kilogram sabu.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai R. Syarif Hidayat mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil rangkaian pengawasan barang kiriman internasional dan pengembangan informasi yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 13–15 Februari 2026.

“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil rangkaian pengawasan barang kiriman internasional dan pengembangan informasi yang berlangsung selama tiga hari. Operasi dilakukan di beberapa lokasi, yakni apartemen di kawasan Pluit dan Sunter, serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur,” ujar Syarif.

Kasus bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai saat memeriksa barang kiriman pos asal Iran menggunakan mesin pemindai atau x-ray di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan kristal berwarna biru yang disembunyikan di dinding kemasan peti kulit. Setelah dilakukan pengujian, barang tersebut terbukti positif mengandung narkotika golongan I jenis sabu dengan berat sekitar 11,56 kilogram.

Barang bukti kemudian diserahkan kepada Subdirektorat V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan pengiriman terkendali (controlled delivery). Dari pengembangan kasus tersebut, pada Jumat (13/2/2026), aparat mengamankan seorang warga negara Iran berinisial KKF di sebuah apartemen kawasan Pluit yang diduga bertindak sebagai penerima paket.

Pengembangan selanjutnya pada Sabtu (14/2/2026) mengarah pada penangkapan tersangka lain berinisial SB, juga warga negara Iran, yang diduga berperan sebagai peracik sabu. Aparat sekaligus mengungkap sebuah apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Utara, yang digunakan sebagai laboratorium clandestine.

 

Persempit Ruang Peredaran Narkotika

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram beserta berbagai peralatan produksi, antara lain kompor portabel, timbangan, cairan kimia, alat penggiling serbuk, serta limbah sisa pengolahan narkotika. Pada Minggu (15/2/2026), tim gabungan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara forensik.

“Temuan ini menegaskan bahwa jaringan tersebut berperan sebagai penerima barang, sekaligus memproduksi ulang narkotika di dalam negeri,” tambah Syarif.

Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini memiliki arti penting bagi keselamatan publik. “Penindakan ini menjadi bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat. Setiap kilogram narkotika yang berhasil digagalkan peredarannya berarti kita mencegah potensi kerusakan ribuan generasi muda serta menjaga ketahanan sosial keluarga Indonesia,” ujarnya.

Menurut Syarif, keberadaan laboratorium narkotika di kawasan hunian padat penduduk juga menimbulkan risiko besar, mulai dari penyalahgunaan obat terlarang hingga potensi bahaya kebakaran dan paparan bahan kimia beracun. Karena itu, pengungkapan clandestine lab ini dinilai memberikan manfaat langsung berupa peningkatan rasa aman warga sekitar serta pencegahan risiko kesehatan lingkungan.

Saat ini, seluruh barang bukti dan tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat penegak hukum terus melakukan pendalaman untuk menelusuri jaringan internasional yang terlibat.

“Sinergi lintas instansi ini diharapkan terus mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus memastikan masyarakat memperoleh lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif,” tutup Syarif.

Infografis Artis Terjerat Kasus Narkoba (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya