Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 Bodo/Glimt vs Inter Milan akan tersaji pada Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB. Laga krusial ini akan dimainkan di Aspmyra Stadion yang terkenal dingin, berlokasi di utara Lingkaran Arktik.
Duel ini menjadi tonggak penting bagi klub Norwegia, Bodo/Glimt, yang menjalani musim debut di fase gugur kompetisi elite Eropa. Mereka berhasil melaju ke babak ini lewat jalur dramatis setelah finis di peringkat ke-23 fase liga dengan koleksi sembilan poin.
Advertisement
Di sisi lain, Inter Milan datang sebagai tim unggulan dengan nama besar dan pengalaman segudang. Nerazzurri mengakhiri fase liga di posisi ke-10 dengan 15 poin, meskipun sempat melalui periode sulit. Pertemuan ini juga mengulang jejak lama kedua tim yang terakhir kali terjadi pada ajang Piala Winners Eropa 1978/1979.
Tantangan Arktik: Perjalanan Impresif Bodo/Glimt
Debut Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini tampaknya akan berakhir di fase grup, namun klub paling utara di kompetisi ini berhasil lolos dengan penampilan akhir yang luar biasa. Tim Norwegia ini secara spektakuler bangkit setelah gagal memenangkan enam pertandingan pembuka mereka, menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Bodo/Glimt berhasil memenangkan dua pertandingan terakhir mereka di fase liga, yaitu 3-1 di kandang melawan Manchester City dan 2-1 tandang melawan Atletico Madrid, mengamankan tempat kualifikasi terakhir di hari pertandingan yang dramatis.
Setelah baru-baru ini kehilangan gelar juara Eliteserien, tim asuhan Kjetil Knutsen telah menjalani hibernasi musim dingin sejak malam bersejarah di Madrid, sehingga mereka diharapkan dalam kondisi prima untuk menjamu pemimpin liga Italia.
Kjetil Knutsen, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala pada tahun 2018, telah membawa timnya meraih empat gelar domestik, serta kemenangan penting atas Celtic, Roma, dan Porto dalam kampanye kontinental sebelumnya. Keberhasilannya ini menegaskan sentuhan tangan dinginnya dalam mengelola tim.
Tahun lalu, Bodo/Glimt bahkan mencapai semifinal Liga Europa, kalah dari Tottenham Hotspur yang kemudian keluar sebagai juara. Mereka juga pernah mengalahkan Lazio, yang merupakan satu-satunya keberhasilan Bodo melawan tim Italia dalam lima pertandingan dua leg sebelumnya, membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.