Liputan6.com, Bandung - Berpuasa dengan pola makan yang sehat selama bulan Ramadan dapat memperbaiki kondisi kesehatan seseorang. Hal ini disampaikan dokter spesialis gizi klinik Ikbal Gentar Alam dari Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Ikbal mengatakan puasa terbukti secara klinis dapat menurunkan kolesterol seperti LDL (Low-Density Lipoprotein), trigliserida, dan kolesterol total, mengontrol gula darah dan resistensi insulin, serta dapat menurunkan berat badan.
Advertisement
"Itu terjadi bila saat puasa bulan Ramadan kita mengikuti diet yang tepat," ujar Ikbal dalam keterangannya di laman Rumah Sakit Al Islam, ditulis Bandung, Rabu (17/2/2026).
Ikbal mengutip hadits (perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad) yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Anas r.a: Rasulullah bersabda: "Tasahharuu fa inna fissuhuuri barokah" yang artinya : "Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur merupakan berkah". (HR Mutafaq alaih).
Ikbal menerangkan makanan saat sahur harus memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Pola makan saat sahur sebaiknya dimulai dengan minum air putih, kemudian makan makanan yang meliputi karbohidrat, protein dan serat.
"Ada nasi, ada lauk hewani dan nabati, serta ada sayur-sayuran dan buah-buahan yang berair banyak," terang Ikbal.
Setelah makanan empat sehat terpenuhi, kalau masih kurang dapat ditambahkan susu atau makanan lain yang disukai. Selanjutnya, usahakan untuk dapat minum 3-5 gelas saat sahur.
Menu Buka Puasa yang Sehat seperti Apa?
Saat berbuka puasa, Ikbal mengatakan menyegerakan berbuka dan mencoba mengikuti Rasulullah. Ikbal kembali mengutip hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Anas RA , beliau berkata : "Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa ruthab (kurma basah) sebelum shalat maghrib. Bila ruthob tidak ada Rasul membatalkan shaumnya dengan thamr (kurma kering) dan kalau thamr tidak tersedia dengan beberapa teguk air putih."
"Dari hadits itu, Rasulullah SAW mengajarkan pilihan pertama berbuka adalah dengan ruthab atau dalam hal ini merupakan buah yang basah dan segar," sebut Ikbal.
Sehingga untuk di Indonesia, Ikbal menjelaskan ruthab bisa diganti dengan karakteristik yang mirip yaitu buah-buah yang segar dan mengandung banyak air seperti pir, melon, semangka, pepaya, jeruk dan lain lain, kalau tidak ada baru dengan tamr (buah yang sudah dikeringkan).
Setelah itu, baru minum dan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib dan dzikir dapat dilanjutkan makan makanan 4 sehat. Usahakan untuk minum dari saat berbuka sampai tidur minimal 4-6 gelas air putih.
Puasa pada Orang dengan Kondisi Tertentu
Sementara itu, puasa pada orang-orang seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, orang dewasa kurang gizi yang prinsipnya membutuhkan asupan kalori yang tinggi dapat ditambahkan dengan cemilan lain seperti susu, atau yang lain setelah shalat tarawih.
"Untuk orang-orang dengan obesitas atau riwayat tinggi kolesterol sebaiknya tidak makan cemilan lagi setelah makan makanan 4 sehat tadi," sebut Ikbal.
Sedangkan makanan seperti jus, kolak, berbagai jenis gorengan dan lainnya, Ikbal menuturkan makanan tersebut memiliki kadar gula (karbohidrat simple) yang tinggi dan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Jika memang ingin menongsumsi makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi sesedikit mungkin atau dalam jumlah yang terbatas.