Benfica vs Real Madrid: Pertaruhan Masa Depan Dean Huijsen di Starting XI

Benfica vs Real Madrid di Liga Champions menghadirkan ujian berat bagi Dean Huijsen setelah kesalahan fatal kontra Sociedad menjelang laga krusial di Estadio da

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 17 Februari 2026, 13:49 WIB
Pemain Real Madrid, Dean Huijsen, beraksi dalam pertandingan La Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Benfica vs Real Madrid pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026 akan berlangsung di Estadio da Luz, Rabu, 18 Februari 2026, pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi Los Blancos yang datang ke Portugal dalam kondisi tidak ideal.

Laga Benfica vs Real Madrid juga menghadirkan cerita khusus dari lini belakang tim tamu yang kehilangan sejumlah pemain inti. Jude Bellingham, Rodrygo Goes, dan Eder Militao absen akibat cedera sehingga komposisi tim harus dirombak.

Situasi semakin rumit karena Raul Asencio harus menjalani sanksi larangan bermain usai kartu merah pada laga fase liga terakhir melawan lawan yang sama. Kondisi itu membuka jalan bagi Dean Huijsen untuk kembali tampil sebagai starter di jantung pertahanan.


Tekanan Setelah Kesalahan Krusial

Dean Huijsen dari Real Madrid (kiri) menyundul bola lebih dulu dari pemain Mallorca, Vedat Muriqi, dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Huijsen hampir pasti berduet dengan Antonio Rudiger untuk menghadapi serangan Benfica yang dikenal agresif di kandang. Akan tetapi, bek muda Spanyol itu datang dengan beban psikologis setelah melakukan kesalahan fatal saat melawan Real Sociedad di Liga Spanyol akhir pekan kemarin.

Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Huijsen menjatuhkan Yangel Herrera secara tergesa-gesa ketika Real Madrid unggul 1-0. Keputusan wasit menunjuk titik putih tidak terelakkan dan Mikel Oyarzabal sukses mengubahnya menjadi gol penyama kedudukan.

Kesalahan tersebut mengingatkan publik pada insiden sebelumnya ketika Huijsen mendapat kartu merah saat menghadapi lawan yang sama pada pertemuan pertama musim ini. Namun, kali ini, ia hanya menerima tekanan mental dari tribune penonton yang terbelah antara siulan dan tepuk tangan.

Dukungan tetap datang dari sebagian suporter yang memberikan aplaus keras setelah momen sulit itu. Antonio Rudiger juga terlihat memberi motivasi agar kepercayaan diri rekan mudanya tidak runtuh.


Masa Depan di Starting XI Dipertaruhkan

Duel Dean Huijsen dan Djibril Sow dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Pelatih Alvaro Arbeloa masih menunjukkan kepercayaan kepada Huijsen meski performanya menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, satu kesalahan lagi dalam laga sebesar Benfica vs Real Madrid bisa memperburuk posisinya di mata staf pelatih.

Rudiger kini berada dalam kondisi fisik penuh setelah pulih dari cedera. Raul Asencio juga akan kembali tersedia setelah masa skorsing berakhir sehingga persaingan di lini belakang semakin ketat.

Huijsen berada pada titik krusial dalam perjalanan kariernya bersama Real Madrid musim ini. Penampilan solid di Estadio da Luz dapat mengembalikan kepercayaan publik, tapi kegagalan akan mempercepat rotasi pemain di sektor pertahanan.

Laga ini bukan hanya tentang tiket menuju babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian bagi seorang bek muda yang sedang berada di bawah tekanan terbesar sejak bergabung dari Bournemouth.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya